Kemitraan Indonesia dan Global Fund Diharapkan Terus Berlanjut

354

Jakarta– Executive Director of The Global Fund (GF) Peter Sands melakukan peninjauan implementasi Whole Genome Sequencing (WGS) dan Biobank yang dilaksanakan di Laboratorium Nasional Prof. Sri Oemiyati Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), Kamis (23 Juni 2022).

Kedatangan Peter Sands disambut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPK sekaligus Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Plt Kepala BKPK dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada GF atas bantuannya yang berharga. Kunta berharap kemitraan antara Indonesia dan Global Fund akan terus berlanjut.

Kunta menjelaskan laboratorium Prof dr. Sri Oemijati memiliki peran penting sebagai laboratorium rujukan nasional untuk jaringan laboratorium diagnostik penyakit menular yang baru muncul dan yang muncul kembali. Laboratorium ini mendukung serta melakukan surveilans nasional, memfasilitasi kerjasama penelitian nasional dan internasional, serta memberikan peningkatan kapasitas bagi staf dan petugas laboratorium

Baca Juga  Penguatan ASN Kemenkes Melalui Penguasaan Keterampilan Esensial

Sekjen Kunta mengatakan seperti yang telah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan RI, saat ini lebih penting untuk meningkatkan dan mendistribusikan kapasitas nasional terkait sequencing dan analisis data untuk memastikan respons kesehatan masyarakat yang tepat waktu dan sesuai.

Ia menilai upaya tersebut tidak akan mungkin terwujud jika tidak dilakukan melalui kerjasama antara universitas, rumah sakit, dan pemerintah daerah, swasta, dan mitra internasional. “Upaya kolaborasi ini telah meningkatkan kapasitas negara setidaknya 3 kali lebih tinggi,”katanya.

Hibah yang diberikan oleh Global Fund memungkinkan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas laboratorium rujukan nasional serta memberdayakan lebih banyak laboratorium untuk melakukan sequencing.

Global Fund juga membantu menyediakan peralatan Lab lainnya, peralatan habis pakai, dan pelatihan untuk petugas laboratorium. Selama tahun 2022 Global Fund telah mendukung 17 laboratorium di 13 provinsi di Indonesia. Dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi yang akan datang.

Baca Juga  Perkuat Advokasi Untuk Memudahkan Adopsi Rekomendasi Kebijakan

Executive Director of The Global Fund (GF) Peter Sands mengatakan dari sudut pandang global fund ini adalah rencana program yang didukung untuk melakukan pengawasan penyakit.

Pengawasan ini dapat mengetahui masalah kesehatan apa yang sedang terjadi, tidak hanya pandemi COVID-19 tetapi masalah kesehatan lainnya.

“Ini adalah upaya yang sangat baik, setelah melihat masalah dan tantangannya ada begitu banyak peluang untuk melakukan sesuatu,” katanya.

Lebih lanjut Sekjen Kunta mengatakan Kemenkes berkomitmen untuk terus memanfaatkan teknologi sequencing tidak hanya untuk deteksi dan respons COVID-19, tetapi juga penyakit lain seperti TB, HIV, malaria dan penyakit lainnya.
(Penulis Fachrudin Ali)