<mets:mets OBJID="eprint_1002" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-06T00:39:41Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_1002_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Overall Policy Formulation Processes and Implementation Method with a Special Focus on Human Resources for Health : a Learning Experience of Indonesia Case</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Agus</mods:namePart><mods:namePart type="family">Suwandono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Cholis</mods:namePart><mods:namePart type="family">Bachroen</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini merupakan studi explorasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme proses pengembangan dan implementasi kebijaksanaan bidang kesehatan khususnya dititik beratkan pada bidang pengembangan tenaga kesehatan. Data dan informasi dikumpulkan dengan melakukan diskusi intensif dengan para pengambil kebijakan di lingkungan Departemen Kesehatan yang ada kaitannya dengan mekanisme pengembangan ketenagaan bidang kesehatan tersebut. Subjek penelitian adalah para Eselon I, II dan III di lingkungan Sekretariat Jendral Depkes, khususnya Biro Perencanaan, Biro Kepegawaian, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan , (Pusdiknakes), dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai (Pusdiklat), serta di lingkungan , Inspektorat Jendral, khususnya Inspektorat Kepegawaian.      Hasil studi ini menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kesehatan yang dilaksanakan secara komprehensif yang terakhir dilaksanakan pada awal dekade tahun 1980-an, yang kemudian dilakukan perhitungan kebutuhan tenaga berdasarkan 'Indicator Staff Need' (ISN) pada tahun 1985. Modifikasi metoda ini telah dilakukan beberapa kali, dan pada tahun 1991 telah diuji cobakan di 5 provinsi (Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur. Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan). Namun demikian untuk penerapannya masih diiumpai berbagai kendala. Pada Health Project V (HP- V) telah pula dilakukan 'Professional Health Manpower Development' di mana provinsi diberi kewenangan untuk melakukan produksi dan penempatan tenaga kesehatan. Serta pemberian promosi dan bentuk 'insentif' yang lain (reward system) tidak secara otomatis diberikan, namun didasarkan pada kinelja dari masing-masing personel. Seperti juga pada perencanaan tenaga yang didasarkan pada ISN. pada penerapan proyek HP- V ini juga ditemui kendala terutama , dalam merealisasi .be~tu~ insentif yang telah dijanj~kan. Upaya mereview kebijaksanaan  sumberdaya manusla dl bldang kesehatan secara naslonal dan komprehenslf memang belum  dilakukan namun beberapa langkah dalam mengantisipasi perubahan-perubahan situasi telah : dilakukan. Sebagai contoh keb!iakan 'Zero personnel growth' yang akhirnya menghasilkan kebijakan baru berupa Program Dokter dan Bidan PTT.       Proses dalam keb!iakan pengembangan tenaga kesehatan paling tidak melibatkan 11 institusi di Departemen Kesehatan yaitu: 1. Biro Perencanaan, 2. Biro Kepegawaian. 3. Pusdiknakes, 4. Pusdiklat, 5-9. Bagian Kepegawaian pada masing-masing echelon ,. 10. Pusdatin. dan 11. Inspektorat Kepegawaian. Selama ini masing-masing instansi tersebut membuat keb!iakan yang  menyangkut aspek kepegawaian di lingkungan masing-masing, yang kemudian untuk penyelarasan kebutuhan anggaran dikoordinasikan oieh Biro Perencanaan. Dengan demikian Biro Perencanaan tidak membuat kebijakan ketenagaan untuk seluruh Departemen, akan tetapi hanya sebatas koordinasi pada aspek pembiayaan. Dari dokumen Pelita VII serta diskusi dengan para pejabat yang berkaitan dengan pengambilan kebijaksanaan di bidang ketenagaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa prioritas pengembangan sumberdaya manusia di bidang kesehatan adalah: 1. Pemerataan distribusi tenaga, 2. Produksi tenaga dengan kemampuan tinggi, 3. Efisiensi dan efektivas pemanfaatan tenaga, 4. Pengembangan kemampuan teknis, manajerial dan mental tenaga, dan 5. Pengembangan standar kompetensi, prosedur dan perundang-undangan. Di samping itu dan kajian ini telah pula diidentifikasi beberapa langkah dalam rangka reformasi di bidang ketenagaan antara lain:     1. Desentralisasi dalam penempatan dan Perputaran tenaga,      2. Desentralisasi dalam pelaksanaan pelatihan tenaga,     3. Rotasi tenaga khususnya eselon II dan 1/1 di tingkat nasional dan lokal,     4. Pelatihan tenaga baik di dalam maupun di luar negeri,      5. Percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga spesialis untuk RSU KabupatenlKodya, dan      6. Pemilihan direktur RS berdasar 'merit system'.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">W 74-80 Medical Economics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1999</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Surabaya</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_1002"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_1002_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_1002_4219_1" SIZE="1118540" OWNERID="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1002/1/1582-3098-1-PB.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1002/1/1582-3098-1-PB.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_1002_mods" ADMID="TMD_eprint_1002"><mets:fptr FILEID="eprint_1002_document_4219_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>