%0 Journal Article %@ 0853-9987 %A Trihandoyo, Bagus %A Trisnowibowo, Hendrianto %A Nugraheni, Wahyu Pudji %D 2001 %F bkpkkemkes:1007 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %K program keselamatan dan kesehatan kerja (K-3); sektor industri; produktivitas kerja; Media Litbang Kesehatan; YANTEKES-BPPK %N 2 %T Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Sektor Industri dalam Kaitannya dengan Produktivitas Kerja di Kawasan Industri, Kabupaten Serang %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1007/ %V 11 %X Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) pada sektor industri dalam kaitannya dengan jumlah kecelakaan kerja. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui : pengetahuan sikap dan perilaku karyawan industri terhadap program K-3; keadaan lingkungan kerja pada perusahaan; status dan pola penyakit yang terjadi pada sektor industri; pembagian shift kerja dalam kaitannya dengan absensi karyawan dan kesehatan kerja; jumlah kecelakaan yang terjadi dalam satu tahun terakhir; dan menemukan model intervensi sistem pelaksanaan program K-3 Penelitian ini merupakan studi Cross Sectional terhadap program K-3 serta wilayah lingkungan industri untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas pelaksanaan K-3 di sektor industri. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, pada 3 (tiga) skala industri, yaitu industri kecil, industri sedang/menengah dan industri besar. Dari skala industri tersebut, dipilih 6 (enam) jenis industri secara classified random sampling yang masing-masing diambil 2 (dua) industri skala kecil, 2 (dua) industri skala sedang/menengah. dan 2 (dua) industri skala besar. Secara umum, tingkat pengetahuan pekerja tentang kegunaan alat pelindung diri keselamatan dan kesehatan kerja cukup tinggi (82,3%). Namun, yang mengaku selalu mempergunakan hanya 41, 7%. Sedangkan, tingkat penyediaan alat tersebut oleh pengusaha juga sudah cukup memadai (87,6%). Shift kerja tetap dibutuhkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi dan tingkat absensi tertinggi pada pagi hari. menyusul malam dan siang hari. Alasan tidak masuk kerja/absen yang banyak dikemukakan adalah dikarenakan sakit. Kecelakaan kerja banyak terjadi pada pekerja industri skala kecil (26,9%). Angka kesakitan pekerja dalam kurun waktu 1 tahun terakhir cukup tinggi (51,2%) dengan pola penyakit yang bervariasi; yang tertinggi pekerja mengeluhkan pusing (34,4%), kemudian batuk (16,7%), dan yang terrendah adalah gatal-gatal (1,0%). Lingkungan kerja menunjukan kondisi cukup baik. baik dari segi kebersihan lingkungan kerja maupun sirkulasi udara dalam ruangan kerja. Dengan metode intervensi pelaksanaan program K-3 yang telah dibuat, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan karyawan/buruh, memperkecil angka kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas kerja