%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Ganihartono, Iwan %D 1996 %F bkpkkemkes:1028 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K self reporting questionnaire; positive predictive value; psychotic mental illness; psychiatric morbidity; buletin penelitian kesehatan; P5-BPPK %N 4 %T Psychiatric Morbidity among Patients Attending the Bangetayu Community Health Centre in Indonesia %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1028/ %V 24 %X Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 20% pengunjung pada Pusat-pusat Kesehatan Masyarakat di negara berkembang menderita penyakit yang berhubungan dengan gangguan jiwa. Penelitian ini dilakuan untuk memperkirakan prevalensi gangguan jiwa bukan psikotik diantara pengunjung Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) dengan menggunakan SRQ (self Reporting questionnaire), mengukur keberhasilan petugas Puskesmas mendeteksi adanya gangguan jiwa dengan menggunakan HSR (Health Staff Rating) serta memperkirakan karakter sosiodemografi pengunjung yang kemungkinan menderita gangguan jiwa. Sebelum penelitian, dilakukan validasi terhadap SRQ. Validasi ini dilakukan dalam dua tahap, pertama responden diminta mengisi SRQ, selanjutnya responden diperiksa dengan menggunakan PSE (Present State Examination), nilai PPV (Positive Predictive Value) dan NPV (Negative Predictive Value) didapatan dengan membandingan skor responden dari SRQ dan hasilpemeriksaan dengan menggunakan PSE. Pada penelitian ini di dapatkan bahwa prevalensi pengunjung yang kemungkinan menderita gangguan jiwa bukan psikotik sebesar 18,5%. Petugas Puskesmas mendeteksi kurang dari seperempat pengunjung yang kemungkinan menderita gangguan jiwa dibandingan dengan pengunjung yang kemungkinan normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan petugas Puskesmas di bidang kesehatan jiwa tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat tetapi juga akan menghemat biaya pengbatan