%L bkpkkemkes1033 %N 3 %J Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %V 11 %X Pulosari (Alyxia reinwardtii Bl) dari famili Apocynaceae sering digunakan untuk mengobati beberapa keluhan penyakit baik bahan tunggal maupun campuran dalam bentuk ramuan jamu. Secara empirik pulosari digunakan antara lain untuk obat disentri dan diare (mencret). Untuk mengetahui efek antibakteri dari kulit batang pulosari. telah dilakukan uji daya antibakteri dari infus dan ekstrak etanol 70% terhadap bakteri penyebab disentri dan diare seperti Salmonella typhi. Escherichia coli, Shigella dysentria dan Vibrio cholera. Selain itu juga dilakukan uji toksisitas akut (LD50) dari ekstraknya. Pengujian antibakteri dilakukan secara in-vitro memakai metoda difusi agar dengan cakram kertas. Bahan uji yang dicoba adalah infus dengan konsentrasi 20%, 40% dan 80% dan ekstrak konsentrasi 45%, 55% dan 65%. Sebagai pembanding digunakan antibiotik Kloramfenikol dan Tetrasiklin sedangkan akuades sebagai kontrol. Untuk uji LD50 memakai metoda Weil,C.S. menggunakan hewan percobaan mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa infus kulit batang pulosari sampai konsentrasi 80% tidak memperlihatkan efek antibakteri untuk semua bakteri uji, sedangkan ekstraknya terlihat adanya efek antibakteri terhadap bakteri Vibrio cholerae pada semua konsentrasi yang dicoba. Dari hasil uji toksisitas akut (LD50) nya, ekstrak puloari termasuk golongan Moderately Toxic. %K batang pulosari; Alyxia reinwardtii BL.; antibakteri; uji LD50; Media Litbang Kesehatan; FAR-BPPK %D 2001 %T Uji Daya Antibakteri Infus dan Ekstrak Kulit Batang Pulosari (Alyxia reinwardtii BL.) secara In-vitro dan Uji Toksisitas (LD50) Ekstrak %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %A Dian Sundari %A Budi Nuratmi %A Triyani Soekarso