relation: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1041/ title: Lymphatic Filariasis in Indonesia creator: Sudomo, M. creator: Azhar, Ali creator: Oemijati, Sri subject: WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases description: Filariasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Walaupun penyakit tersebut tidak mematikan tetapi akan menyebabkan kecacatan serta menurunnya produktivitas penderitanya, keluarganya maupun masyarakat, dan merupakan beban sosial. Penyakit tersebut di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Brugia malayi, B. timori dan Wuchereria brancofti. Filariasis di Indonesia tersebar di hampir seluruh provinsi terutama di daerah pedesaan. Pengobatan masal dengan DEC sampai saat ini merupakan cara pemberantasan yang paling baik untuk menurunkan prevalensi penyakit tersebut. DEC yang diberikan dengan dosis konvensional akan menyebabkan efek samping yang berat. Pengobatan dengan dosis rendah akan menurunkan efek samping dan dosis ini lebih disukai penduduk dari pada dosis konvensional. Kendala pengobatan dosis rendah adalah lamanya pengobatan, yaitu 40 minggu, sehingga mengakibatkan adanya ketidakpatuhan. Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosio-budaya sangat penting di daerah endemik filariasis karena secara tidak langsung akan menghilangkan penyakit tersebut, dengan demikian kerjasama lintas sektor, kemitraan dan peran serta masyarakat sangatlah penting. publisher: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan date: 2002 type: Article type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1041/1/1317-1255-1-PB.pdf identifier: Sudomo, M. and Azhar, Ali and Oemijati, Sri (2002) Lymphatic Filariasis in Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 1 (2). ISSN 1412-4025