TY - JOUR TI - Lymphatic Filariasis in Indonesia JF - Jurnal Ekologi Kesehatan SN - 1412-4025 N2 - Filariasis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Walaupun penyakit tersebut tidak mematikan tetapi akan menyebabkan kecacatan serta menurunnya produktivitas penderitanya, keluarganya maupun masyarakat, dan merupakan beban sosial. Penyakit tersebut di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Brugia malayi, B. timori dan Wuchereria brancofti. Filariasis di Indonesia tersebar di hampir seluruh provinsi terutama di daerah pedesaan. Pengobatan masal dengan DEC sampai saat ini merupakan cara pemberantasan yang paling baik untuk menurunkan prevalensi penyakit tersebut. DEC yang diberikan dengan dosis konvensional akan menyebabkan efek samping yang berat. Pengobatan dengan dosis rendah akan menurunkan efek samping dan dosis ini lebih disukai penduduk dari pada dosis konvensional. Kendala pengobatan dosis rendah adalah lamanya pengobatan, yaitu 40 minggu, sehingga mengakibatkan adanya ketidakpatuhan. Perubahan lingkungan baik lingkungan fisik maupun sosio-budaya sangat penting di daerah endemik filariasis karena secara tidak langsung akan menghilangkan penyakit tersebut, dengan demikian kerjasama lintas sektor, kemitraan dan peran serta masyarakat sangatlah penting. IS - 2 Y1 - 2002/// VL - 1 AV - public UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1041/ A1 - Sudomo, M. A1 - Azhar, Ali A1 - Oemijati, Sri KW - filariasis; B. malayi; B. timori; Wuchereria brancofti; EKO-BPPK ID - bkpkkemkes1041 PB - Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan ER -