%0 Journal Article %@ 1412-4025 %A Setyowati, Titiek %A Bisara, Dina %A Djaja, Sarimawar %D 2002 %F bkpkkemkes:1043 %I Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan %J Jurnal Ekologi Kesehatan %K environmental; child mortality; EKO-BPPK %N 2 %T Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kematian Anak Balita %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1043/ %V 1 %X Angka kematian anak di bawah umur lima tahun (kematian bayi dan anak balita) digunakan sebagai indikator sentral untuk memonitor dan mengevaluasi status kesehatan. Namun demikian, perkiraan angka kematian anak balita dihadapkan pada keterbatasan data karena sistem registrasi vital belum memadai sehingga sampai saat ini masih mengandalkan pada hasil sensus penduduk. Sebagaimana diketahui status kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Semakin meningkat umur bayi yaitu pada anak balita maka faktor eksogen atau lingkungan yang diprediksi paling besar pengaruhnya. Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui kontribusi faktor lingkungan terhadap penurunan angka kematian anak balita. Metode perhitungan angka kematian anak balita menggunakan teknik perhitungan tidak langsung (Metode Trussel-West Model). Sumber data menggunakan data Kor - Susenas 1998. Hasil analisis menunjukkan angka kematian anak balita dari data Susenas 1998 di Indonesia sekitar 17 per 1000 (merujuk 5 tahun yang sebelum survei). Secara deskriptif ada perbedaan angka kematian anak balita menurut lingkungan sosial ekonomi (daerah desa-kota, pendidikan wanita, status ekonomi) dan lingkungan fisik (sumber air minum, jenis jamban, kepadatan hunian). Dengan mengintegrasikan 5 variabel dalam analisis multivariat diperoleh 2 variabel yaitu jenis jamban dan kepadatan hunian yang berpengaruh pada kematian anak balita, variabel tersebut dapat menjelaskan 51 persen variasi angka kematian anak balita.