<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Gametocyte Production in Patients of Falciparum Malaria Treated with Fansidar</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Harjani Ardi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Marwoto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan penelitian tentang produksi gametosit dari P. falciparum secara in-vivo di Batang, Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata gametosit sebelum diobati dengan Fansidar adalah 75 per ml darah, dan jumlah rata-rata pada hari ke 7 sesudah diobati adalah 654 per ml darah. Hal ini berarti bahwa perbandingan jumlah rata-rata sesudah dibanding sebelum pengobatan adalah 8,7 : 1.       Gametosit yang dibentuk sesudah pengobatan ini ternyata infektif untuk nyamuk Anopheles aconitus yang digigitnya pada volunteer, dan menghasilkan sporosoit pada hari 15-16 sesudah di infeksikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengobatan menggunakan Fansidar saja, akan dapat meningkatkan transmisi malaria falciparum</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1986</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>