<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Dekok Biji Kiliwur terhadap Kesuburan Tikus Putih Betina</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Marice</mods:namePart><mods:namePart type="family">Sihombing</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Biji Kiliwur dikenal  berkhasiat dapat menjarangkan kelahiran (kompas, Februari 1997). Biji  kiliwur merupakan buah berwarna hijau dikala muda dan menjadi kuning setelah tua. Seduhan &amp;#8220;kopi biji kiliwur&amp;#8221; ini di kenal  sebagai jamu tradisional di desa Cibanggala untuk menjarangkan kelahiran.  Untuk membuktikan kebenaran khasiat &amp;#8220;kopi biji kiliwur&amp;#8221; telah dilakukan penelitian pada tikus percobaan dengan konsentrasi 0%, 10%,20%,30%,40% dan 80% dalam pelarut air dan alkohol.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : -Kopi kiliwur dengan pelarut air pada semua konsentrasi tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol (0%),(pada &gt; 0,05). -Kopi kiliwur dalam pelarut alkohol terdapat perbedaan bermakna pada konsentrasi 80% dibandingkan dengan kelompok kontrol 0% ( p &gt; 0,05).  Disimpulkan konsumi biji kiliwur dalam jumlah besar setiap hari dapat menjarangkan kelahiran anak.  Namun, penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk mendapatkan macam zat aktifnya dan efek samping yang mungkin ditimbulkan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2000</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>