%0 Journal Article %A Qomariah, Qomariah %D 2002 %F bkpkkemkes:1094 %I Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit %K Pelayanan Kesehatan; Kehamilan dan Persalinan; kematian; Abstrak Penelitian Kesehatan; P5-BPPK %T Budaya Pemeliharaan Kehamilan dan Persalinan Suku Kamoro dan Peranan Program Kesehatan Modern %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1094/ %X Pemerintah Indonesia dan PT. Freeport Indonesia telah melakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan ibu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu di Kabupaten Mimika, antara lain dengan pelayanan kesehatan ibu di puskesmas, posyandu, pelayanan klinik dan rumah sakit yang free of charge. Namun angka kematian ibu masih tetap tinggi, bahkan kemungkinan besar masih banyak kematian ibu yang tinggal di pedalaman yang tidak terdeteksi. Penelitian deskriptif kualitatif ini untuk melihat sejauh mana program pelayanan kesehatan ibu dapat merubah atau menggeser budaya setempat. Responden penelitian ini adalah ibu-ibu Suku Kamoro (suku pantai) yang sedang hamil dan pasca persalinan yang tinggal di pemukiman baru di beberapa desa pinggiran kota Timika. Informan adalah keluarga ibu, dukun, kepala suku, bidan, dokter dan lain-lain. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu-ibu Kamoro masih terbebani tugas utama sehari-hari yaitu mencari bahan makanan di hutan, sungai, delta, sehingga kurang memperdulikan pemeliharaan kesehatannya meskipun sedang hamil besar atau setelah bersalin. Mereka masih belum tergantung dengan petugas kesehatan dalam penanganan persalinannya. Persalinan kadang-kadang dibantu dukun, kadang ditangani sendiri atau keluarga. Lokasi persalinan menunjukkan bahwa masih ada kesan bahwa peristiwa persalinan adalah hal yang menjijikan, sehingga dilakukan dibawah rumah, di dapur, dan lain-lain. Kegiatan puskesmas dan posyandu belum dapat menyentuh hati ibu-ibu suku Kamoro dalam penelitian ini untuk meminta bantuan petugas bagi persalinannya. Begitu juga klinik dan rumah sakit PT. Freeport yang bebas bayar masih belum dapat merubah budaya mereka sepenuhnya. Perlu penelitian lebih lanjut secara kuantitatif untuk menentukan angka-angka yang pasti, dan untuk kemudian bersama-sama dengan data kualitatif ini, dapat ditentukan strategi pendekatan yang lebih efektif dalam memberikan pelayanan yang menyentuh hati ibu-ibu Kamoro sehingga dapat menggeser budaya yang merugikan kesehatan mereka.