<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengaruh Bising di Tempat Kerja pada Pendengaran</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Lusianawaty</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Bising ditempat kerja merupakan masalah utama kesehatan kerja di berbagai negara. Faktor utama bising yang berbahaya yaitu intensitas, frekuensi, lama serta kumulatif pajanan bising. Telah ditetapkan nilai ambang batas yang diperkenankan serta hukum 5 dB, dengan tujuan perlindungan tenaga kerja dari bahaya bising. Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh pajanan bising adalah trauma akustik, temporary threshold shiff (TTS) dan permanent threshold shiff (noise induced hearing loss= NIHL). Penelitian-penelitian melaporkan prevalensi NIHL pada tenaga kerja cukup tinggi.      Tindakan-tindakan pencegahan khususnya program pengendalian bising dan pemeliharaan pendengan sangat diperlukan agar dapat membatasi pajanan bising ditempat kerja, sehingga tidak menimbulkan kecacatan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 670-847 Sanitation. Environmental Control</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2001</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>