<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pemanfaatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) sebagai Sarana Diagnosa Pasien</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mulyono</mods:namePart><mods:namePart type="family">Notosiswoyo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu teknik penggambaran penampang tubuh berdasarkan prinsip resonasi magnetik inti atom hidrogen. Teknik penggambaran MRI relatif komplek karena gambaran  yang dihasilkan tergantung pada banyak parameter. Alat tersebut memikili kemampuan membuat gambaran potongan coronal, sagital, aksial dan oblik tanpa banyak memanipulasi tubuh pasien bila pemilihan parameter tepat, kualitas gambaran detil tubuh manusia akan tampak jelas, sehingga anatomi dan patologi jaringan tubuh dapat dievaluasi secara teliti. Untuk itu perlu dipahami hal-hal yang berkaitan dengan prosedur tehnik MRI dan tindakan penyelamatan bila terjadi keadaan darurat.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WN 180-240 Diagnostic Imaging. Radiography</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2004</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>