<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Alat Pemantau Perorangan pada Tenaga Kerja Radiasi di Bidang Kesehatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Turniani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Laksmiarti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Sepanjang kehidupan, manusia mendapatkan penyinaran atau radiasi dari lingkungannya. Ada tiga sumber radiasi alam, antara lain; sinar kosmis, sumber radiasi yang berasal dari bumi dan radiasi akibat aktivitas tubuhnya. Sedang radiasi buatan manusia menimbulkan berbagai risiko pada tubuh dan jaringan-jaringan tubuh. Pada kenyataannya tubuh manusia tidak mampu menerima dan merasakan adanya radiasi pengion, yang secara umum hal tersebut menimbulkan beberapa jenis bahaya. Untuk itu diperlukan alat deteksi baik yang berdasarkan efek fisika atau kimia yang semuanya dapat mendeteksi adanya sumber radiasi. Pada umumnya instrumen pemantau fisik kesehatan menggunakan detektor ionisasi gas, di samping sentilasi, thermoluminensia dan efek fotografi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WN 1-160 Reference Works. Diagnostic Technology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>