%0 Journal Article %A Riyasa, I. Ketut T. %D 2003 %F bkpkkemkes:1141 %I Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular %K Kanker Mammae; depresi; gangguan masuk tidur (initial insomnia); P5-BPPK; Abstrak Penelitian Kesehatan %T Karakteristik Penderita dalam Kaitannya dengan Gangguan Tidur Awal pada Pasien Kanker Mammae yang Menjalani Pengobatan Operasi dan Kombinasi %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1141/ %X Menurut laporan WHO kanker mammae masih menduduki peringkat kedua penyakit keganasan pada wanita setelah kanker rahim. Selain karena penyakit kankernya sendiri, pengobatan pada kanker mammae pada umumnya menimbulkan depresi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross-sectional. Tujuan penelitian ini mengetahui keterkaitan antara karakteristik penderita kanker mammae yang menjalani terapi dan kombinasi dengan gejala depresi berupa gangguan masuk tidur (initial insomnia). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 43,07% responden mengalami gangguan masuk tidur (initial insomnia); lebih dari 50% mereka yang mengalami gangguan masuk tidur adalah yang berusia 46-65 tahun; mereka yang berpendidikan rendah memiliki resiko relatif mengalami gangguan masuk tidur (initial insomnia) lebih besar dibandingkan dengan lainnya; responden yang menikah memiliki resiko relatif mengalami gangguan masuk tidur lebih besar (1,22 kali) dibandingkan yang tidak menikah. Mereka yang memiliki hubungan suami istri yang harmonis memiliki resiko relative gangguan masuk tidur lebih besar (1,02 kali) dibandingkan dengan yang tidak harmonis. Namun ketiga perbedaan resiko relatif (R.R) secara statistik tidak bermakna