<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH TERAPI KURKUMINOID EKSTRAK RIMPANG KUNYIT DIBANDINGKAN DENGAN NATRIUM DIKLOFENAK TERHADAP FUNGSI GINJAL PENDERITA OSTEOARTRITIS</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nyoman</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kertia</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad Husain</mods:namePart><mods:namePart type="family">Asdie</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Wasilah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rochmah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Marsetyawan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Marsetyawan</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak dijumpai di masyarakat. Pasien osteoartritis sering menggunakan obat anti inflamasi non steroid seperti natrium diklofenak. Data menunjukkan banyaknya efek samping natrium diklofenak khususnya terhadap fungsi ginjal. Data penelitian di Kotamadya dan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa penduduk yang         menggunakan jamu masing-masing adalah 476 orang dan 580 orang per seribu pasien. Kunyit  (Curcuma domestica Val.) adalah salah satu tumbuhan asli Asia yang biasa dibuat jamu yang utamanya digunakan untuk mengurangi peradangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai keamanan terapi kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit dibandingkan dengan natrium diklofenak         terhadap fungsi ginjal penderita osteoartritis. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai prospective randomized open and blinded evaluation (PROBE). Subjek dengan osteoartritis lutut yang memenuhi  syarat dan bersedia ikut dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok secara random yaitu  kelompok yang mendapatkan terapi kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit 30 mg diminum 3 kali sehari (kelompok kurkuminoid) dan kelompok yang mendapatkan terapi natrium diklofenak 25 mg diminum 3  kali sehari (kelompok diklofenak). Penilaian hasil terapi yang meliputi kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kreatinin serum dilakukan sebelum dan setelah 4 minggu terapi. Analisis data untuk         membandingkan perubahan kadar BUN dan kreatinin pada masing-masing kelompok perlakuan  dilakukan dengan student t test. Hasil: Pada kelompok yang mendapat terapi kurkuminoid ekstrak         rimpang kunyit terjadi penurunan kadar BUN serum yang tidak bermakna (p=0,52) dan penurunan  kadar kreatinin serum secara bermakna (p=0,03). Pada kelompok yang mendapat terapi natrium  diklofenak terjadi peningkatan kadar BUN serum secara bermakna (p&lt;0,01) dan peningkatan kadar kreatinin serum yang tidak bermakna (p=0,39). Peningkatan kadar BUN dan kreatinin serum pada  terapi natrium diklofenak berbeda bermakna dengan penurunan kadarnya pada terapi kurkuminoid (p=0,01 dan p=0,03). Kesimpulan: Terapi kurkuminoid ekstrak rimpang kunyit menurunkan kadar BUN dan kreatinin serum penderita osteoartritis secara bermakna dibandingkan dengan peningkatan kadarnya pada terapi dengan natrium diklofenak.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>