%0 Journal Article %@ 0125-9695 %A Widiarti, Widiarti %A Heriyanto, Bambang %A Boewono, Damar Tri %A Mujiono, Umi Widyastuti %D 2012 %F bkpkkemkes:1436 %I Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan %J Buletin Penelitian Kesehatan %K Aedes aegypti , DHF dan Resistensi Insektisida. %N 4 %T PETA RESISTENSI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE Aedes aegypti TERHADAP INSEKTISIDA KELOMPOK ORGANOFOSFAT, KARBAMAT DAN PYRETHROID DI PROPINSI JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1436/ %V 39 %X Penelitian resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida yang digunakan untuk fogging dilakukan berdasarkan tingginya kasus Demam Berdarah Dengue di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan umum adalah memperoleh peta resistensi 176 vektor DBD Ae. aegypti terhadap insektisida di Propinsi Jawa Tengah dan DIY Nyamuk yang digunakan adalah hasil survei jentik dari 11 daerah studi, kemudian dipelihara dilaboratorium B2P2VRP Salatiga menjadi dewasa (Fl). Kondisi perut nyamuk yang digunakan adalah kenyang darah. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) Aedes aegypti di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah resisten terhadap insektisida Malathion 0,8 %, Bendiocarb 0,1 %, Lambdasihalotrin 0,05 % dan Permethrin 0,75 %, Deltamethrin 0,05 % dan Etofenproks 0,5 %, akan tetapi beberapa daerah masih peka/susceptible terhadap ~nsekt~s~da Cyperm~thrin 0,05 % dan sebagian Bendiocarb 0,1 %. Perlu segera merotasi l~sektlslda yang digunakan untuk jogging terutama Malathion 0,8 % yang telah lama digunakan.