<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pola Pemberian Makan Anak (6-18 Bln) dan Hubungannya dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak pada Keluarga Miskin dan Tidak Miskin</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Vita</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kartika</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan penelitian tentang pemberian makanan anak umur 6-18 bulan dan hubungannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak pada keluarga miskin dan tidak miskin di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Jawa Barat.       Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh pola pemberian makan anak Baduta dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak pada kedua kelompok keluarga tersebut. Sampel dipilih secara purposive sebanyak 55 anak dari keluarga miskin dan 36 anak dari keluarga tidak miskin (total sampel 91 anak).       Data dianalisis secara statistik dengan program SPSS. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Terdapat 44 anak (80%)  dari 55 anak  keluarga miskin yang mempunyai pola makan karbohidrat saja (KH) dan 11 anak yang lain (20%) mempunyai pola makan lengkap. Sedangkan dari 36 anak keluarga tidak miskin, sebagian besar mempunyai pola makan lengkap, yaitu sebanyak 30 anak (83%), dan hanya enam anak  (17%) yang mempunyai pola makan KH saja.       Dari 55 sampel keluarga miskin tersebut ternyata terdiri dari lima belas anak yang berstatus gizi kurang tersebut, sebagian besar mempunyai pola makan KH saja yaitu sebanyak sepuluh anak (66,7%) .Sedangkan pada keluarga miskin pada awal kegiatan terdapat empat puluh anak yang berstatus gizi baik yang temyata ada tiga puluh empat  anak (85%) yang mempunyai pola makan KH, dan enam anak (15%) yang mempunyai pola makan lengkap. Terdapat perbedaan nyata antara pertum-buhan dan pola makan anak antara keluarga yang miskin dan tidak miskin pada taraf 5% yaitu sebesar 0,359.       Ada dua puluh delapan anak yang terlambat perkembangannya pada awal penelitian, yaitu dua uluh lima  anak dari keluarga miskin dan tiga  anak dari keluarga tidak miskin, namun jumlah terse-but menjadi dua puluh dua anak pada akhir penelitian yang semua-nya berasal dari keluarga tidak miskin. Sedangkan tiga anak keluarga tidak miskin yang terlambat perkembangan motorik-nya teryata pada akhirnya dapat menjadi normal.       Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang nyata antara perkembangan motorik dan pola makan anak pada keluarga miskin dan tidak miskin baik pada awal dan akhir penelitian.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 103-105 Growth and Development</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2001</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>