<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-10T06:56:03Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:1470</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1470/</dc:relation>
        <dc:title>Pemanfaatan Susu Segar yang Ditolak sebagai Sumber Protein Rendah Laktosa</dc:title>
        <dc:creator>Yuniati, Heru</dc:creator>
        <dc:subject>QU 55-70 Proteins. Amino Acids. Peptides</dc:subject>
        <dc:description>Dalam Industri Pengolahan Susu (IPS) tidak semua susu dari peternak dapat diterima oleh Koperasi Pengumpul Susu (KPS). Susu segar harus memenuhi beberapa persyaratan baik kimia maupun fisik susu. Penolakan oleh industri pengolah susu disebabkan oleh kualitas susu yang tidak memenuhi persyaratan, antara lain lemak dan laktosa yang sudah terfermentasi mikroorganisme pencemar. Walaupun demikian susu yang disingkirkan ini bernilai zat gizi tinggi dengan kadar protein 3.4 g%, yang masih bisa dimanfaatkan untuk pertumbuhan anak.      Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan susu segar yang ditolak KPS menjadi susu rendah laktosa untuk anak/bayi dengan status gizi buruk atau intoleran terhadap laktosa.       Bahan (sampel) yang digunakan adalah susu segar yang ditolak IPS dan diambil dari koperasi pengumpul susu Cipanas dan Pengalengan. Analisis komposisi sampel meliputi penentuan kadar protein, kadar lemak, kadar abu, kadar air, kadar laktosa, glukosa, uji mikrobiologis dan uji biologis.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar laktosa pada susu fermentasi menggunakan bakteri Laktobacillus bulgaricus lebih baik dibandingkan susu dengan proses enzimatis menggunakan laktase. Pada uji mikrobiologis dengan indikator mikroorganisme pencemar, susu hasil penelitian ini masih memenuhi standar nasional Indonesia. Uji biologis terhadap hewan percobaan baik pada berat badan maupun pengukuran Hb dan Ht dengan uji statistik tidak berbeda nyata (p &gt; 0,05).       Kesimpulannya adalah bahwa susu segar yang ditolak oleh IPS masih dapat dimanfaatkan menjadi susu yang kadar laktosanya rendah namun sumber protein dan lemaknya masih cukup tinggi.</dc:description>
        <dc:publisher>Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD</dc:publisher>
        <dc:date>2000</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Yuniati, Heru  (2000) Pemanfaatan Susu Segar yang Ditolak sebagai Sumber Protein Rendah Laktosa.  Project Report. Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>