<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-10T06:58:27Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:1490</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1490/</dc:relation>
        <dc:title>Pengaruh Imunisasi Hepatitis B Rekombinan dalam Mencegah Penularan Vertikal pada Bayi di Daerah Risiko Tinggi VHB</dc:title>
        <dc:creator>Yuwono, Djoko</dc:creator>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Telah diteliti mengenai dampak imunisasi Hepatitis B dengan menggunakan vaksin Hepatitis B rekombinan di Kotamadya Bandung, Provinsi Jawa Barat dan di Kabupaten Padang dan Solok Provinsi Sumatera Barat.       Setelah diteliti ibu hamil trimester ke III sebanyak 894 dan 732 bayi yang dilahirkannya.  Imunisasi Hepatitis B menggunakan vaksin Hepatitis B rekombinan dilakukan oleh petugas kesehatan setempat dengan strategi imunisasi yang telah dilakukan selama berlangsungnya program PPI bulan ke 0; 2 dan 4.       Pemeriksaan serromarker Hepatitis B dilakukan pada serum ibu hamil, tali pusat bayi dan darah vena bayi yang dilahirkannya, menggunakan uji ELISA kit diagnosa terhadap serromarker HbsAg; HbeAg; anti HBc dan anti HBs. Konfirmasi DNA VHB dilakukan dengan teknik PCR, untuk meyakinkan apakah terjadi infeksi oleh VHB yang sama pada ibu dan pada bayinya.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan prevalensi HbsAg dan HbeAg masing-masing sebesar 5,1% di Kotamadya Bandung dan sebesar 4,7% di Kabupaten Padang dan Solok. Juga ditemukan di masing-masing 2,6% dan 2,4% anti HBc pada ibu hamil di daerah tersebut. Selain itu ditemukan adanya transmisi vertikal VHB pada bayi sebesar 8,3% dan 16,7% di kedua lokasi tersebut. Diketahui pula imunogenitas vaksinasi Hepatitis B sebesar 83,4% dan , 79,3% pada bayi lahir ibu non karier VHB. Sedangkan pada bayi lahir dari ibu karier VHB ditemukan imunogenitas vaksin Hepatitis sebesar 84,2% dan 82,5% di kedua lokasi tersebut.        Hasil analisis DNA VHB menunjukkan dengan menggunakan uji RFLP diketahui bahwa pada ibu dengan hepatitis aktif ditemukan adanya infeksi VHB yang sama dengan VHB pada bayinya.</dc:description>
        <dc:publisher>Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD</dc:publisher>
        <dc:date>2000</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Yuwono, Djoko  (2000) Pengaruh Imunisasi Hepatitis B Rekombinan dalam Mencegah Penularan Vertikal pada Bayi di Daerah Risiko Tinggi VHB.  Project Report. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>