TY - RPRT A1 - Sihombing, Marice N2 - Telah dilakukan penyuntikan terhadap kelinci dengan suspensi daging babi pada pengeceran 1 : 500 dan 1 : 32, penyuntikan dilakukan seminggu sekali. Sebelum dilakukan penyuntikan terlebih dahulu diambil darah dan serum dipisahkan. Hasil pemeriksaan terhadap serum menunjukkan bahwa serum pada minggu ke-3 dan minggu ke-5 dari kelinci yang diinjeksi baik pada pengeceran 1 : 32 maupun 1 : 50 menunjukkan titer antibody yang positif. Serum pada minggu ke 3 dari dua ekor kelinci (1 : 32) membentuk garis presipitasi yaitu pada pengeceran antibody (Ab) 1 : 256 kali dan antigen (Ag) 1 : 128 kali; pengeceran Ab 1 : 512 kali dan Ag 1: 128 kali. Dua ekor kelinci (1 : 50) membentuk gasis presipitasi pada pengeceran AB 1 : 128 kali dan Ag 1 : 64 kali; Pengeceran Ab 1 : 128 kali dan Ag pada 1 : 32 kali. Serum pada minggu ke 5 dari 2 ekor kelinci (1 : 32) membentuk garis presipitasi yaitu pada pengeceran Ab 1 : 128 kali dan Ag 1 : 128 kali; pengeceran Ab 1 : 256 kali dan AG 1 : 128 kali. Dua ekor kelinci (1 : 50) membentuk garis presipitasi pada pengeceran Ab 1 : 128 kali dan Ag 1 : 128 kali. Hasil deteksi pada bahan makanan yang mengandung bahan asal babi, garis presipitasi sangat halus dan terjadi pada pengeceran Ab 1 ; 64 kali dan Ag 1 : 256 kali . Disimpulkan bahwa metode ouchterlony gel diffusion test dapat digunakan untuk mendeteksi bahan makanan yang mengandung babi. TI - Usaha Mendeteksi Adanya Campuran Bahan Babi dalam Makanan Olah dengan Metoda Gel Diffusion Test AV - none PB - Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD Y1 - 1999/// UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1531/ KW - Makanan Olah; daging babi; Abstrak Penelitian Kesehatan M1 - project_report ID - bkpkkemkes1531 ER -