<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-09T05:59:57Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:1557</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1557/</dc:relation>
        <dc:title>Hubungan antara Genotip Virus Dengue  dengan Severity Penyakit Berdasarkan Respon Imun Selulernya</dc:title>
        <dc:creator>Yuwono, Djoko</dc:creator>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Telah diketahui bahwa tingkat severity penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditandai dengan adanya Plasma Leakage, sebagai indikator plasma leakage adalah adanya suatu soluble protein di dalam serum, yang dikenal sebagai Soluble Vascular Cell Molecule-1 (sVCAM-1).        Penelitian ini ingin mencoba mengetahui adanya kaitan antara genotip virus Dengue dengan sVCAM-1, yang dapat dipakai sebagai indikator dalam diagnosa dini Demam Berdarah Dengue, selain itu dapat dipakai untuk mengetahui hubungan antara genotip virus dengue dan tingkat severity penyakit.       Telah diperiksa sebanyak 49 penderita tersangka Demam Berdarah Dengue dan 9 anak dengan gejala demam sebagai pembanding. Pemeriksaan serologi untuk konfirmasi DBD dilakukan dengan menentukan serokonversi anti dengue menggunakan Uji hambatan Hemaglutinasi (HI) dan Uji Enzyme Immuno Assay (EIA) untuk kualitatif IgM dan IgG anti Dengue. Tingkat severity diketahui dengan pemeriksaan kadar sVCAM-1 dalam serum penderita, sebagai indikasi adanya plasma leakage. Lebih lanjut pemeriksaan genotip dilakukan dengan deteksi Ribo Nuckic Acid (RNA) dengue dengan Technic Restriction-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengue dari serum penderita.       Hasil pengamatan menunjukan bahwa dari 49 penderita tersangka DBD ditemukan 5 penderita (10,2%) infeksi primer dan 32 penderita (65%) infeksi sekunder DBD dan 12 (24,5%) negatif. Pemeriksa sVCAM-1 menunjukkan bahwa dari 5 infeksi hanya 1 penderita (20%) yang sVCAM-1 negatif. Dari 32 penderita infeksi sekunder ditemukan semuanya (100%) sVCAM-1 positif dengan konsentrasi antara 12, 43-75, 78 ng/ml.        Hasil   RT-PCR menunjukkan bahwa ditemukan genotip dengue sebesar 10,2% DV-1; 8,2% DV-2; 4,08% DV-3 dan 10,2% DV-4, selain itu ditemukan adanya koinfeksi yaitu : 2,0% DV-1+3; 4,08% DV3+4 dan 53,06% DV-1+2+3+4.       Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan sVCAM-1 (EIA) dapat dipakai sebagai pemeriksaan penunjang untuk konfirmasi pemeriksaan IgM dan IgG anti dengue dengan rapid test kit EIA.       Tidak ditemukan adanya hubungan antara genotip virus dengan tingkat severity penyakit berdasarkan plasma leakage.</dc:description>
        <dc:publisher>Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD</dc:publisher>
        <dc:date>2001</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Yuwono, Djoko  (2001) Hubungan antara Genotip Virus Dengue dengan Severity Penyakit Berdasarkan Respon Imun Selulernya.  Project Report. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>