<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Studi Penanggulangan Gizi dan Kesehatan Anak Balita Lahir BBLR oleh Keluarga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Adhi Dharmawan</mods:namePart><mods:namePart type="family">Tato</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masalah gizi ditemukan pada segmen masyarakat yang tergolong rentang, yaitu ibu hamil, ibu meneteki, bayi dan anak balita. Masalah berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah yang mendapat perhatian khusus, karena BBLR dapat menyebabkan anak bersangkutan mengalami gangguan perkembangan fisik, dan mental pada masa mendatang.       Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, untuk mempelajari penanggulangan gizi dan kesehatan anak balita yang BBLR oleh keluarga. Sampel penelitian adalah keluarga yang mempunyai anak balita BBLR yang berumur 0--59 bulan.      Hasil penelitian menunjukkkan bahwa status gizi menjadi baik (56,2%), kurang (34,4%) dan buruk (9,4%). Pemberian makanan tambahan diberikan kepada anak balita mulai berumur 0--3 bulan (ASI + pisang), 4--6 bulan (ASI, bubur, pisang), 7--9 bulan (ASI, bubur nasi, sayur, pisang), 10--12 bulan (nasi, sayur, lauk).  Di atas 12 bulan makan anak sama dengan orang dewasa.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 405-460 By Age Groups</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2000</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>