TY - RPRT ID - bkpkkemkes1613 M1 - project_report KW - Penyakit Radang Panggul (PRP); Infeksi Saluran Reproduksi; Penyakit Seksual; Abstrak Penelitian Kesehatan UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1613/ Y1 - 1998/// PB - Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD AV - none TI - Efisiensi Pengobatan Penyakit Radang Panggul yang Disebabkan oleh Infeksi Klamidia N2 - Penyakit Radang Panggul (PRP) adalah infeksi saluran reproduksi bagian atas wanita yang dapat mengenai endometrium, tuba, ovarium, maupun jaringan-jaringan sekitarnya. Komplikasi PRP sering terjadi dan kerusakannya sering menetap. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar PRP ada hubungannya dengan infeksi Penyakit Menular Seksual (PMS), terutama gonore dan/atau klamidia. Di kalangan wanita bukan pekerja seks di Indonesia, infeksi klamidia merupakan infeksi saluran reproduksi yang utama. Berdasarkan tiga kriteria klinis, dilakukan diagnosis PRP pada wanita yang berkunjung ke klinik Ginekologis di RS dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD Koja, dan RSU Tangerang. Secara acak ditentukan dua kelompok PRP, kelompok pertama diobati dengan terapi klamidia regimen biasa dan kelompok kedua dengan regimen singkat. Keduanya diberi terapi yang sama terhadap gonore. Konfirmasi diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan GenProbe. Dari 187 pasien PRP didapatkan 4 (2,1%) terinfeksi gonore dan 18 (9,6%) terinfeksi klamidia. Dari 95 pasien PRP yang diberi terapi regimen biasa, dihasilkan 68 (71,6%) yang langsung sembuh, 11 tidak langsung sembuh dan 16 tidak kembali. Sedang dari 89 pasien PRP yang diterapi dengan regimen singkat, didapatkan 46 (51,7%) yang langsung sembuh, 17 tidak langsung sembuh dan 26 tidak kembali. Kemungkinan pasien PRP untuk sembuh bila diberi terapi regimen baku hanya 1,18 kali lebih besar dari pada regimen singkat, perbedaan ini secara statistik ada diperbatasan antara bermakna dan tidak (p-value : 0.05). Kesimpulan : Bagian terbesar kasus PRP di kalangan wanita berisiko rendah ternyata bukan disebabkan oleh klamidia dan/atau gonore. Akan tetapi, apapun penyebabnya, regimen pengobatan terhadap klamidia dan gonore yang singkat ternyata cukup efektif untuk menyembuhkannya. Regimen singkat cenderung mempunyai efektifitas yang sama dengan regimen baku. A1 - Sedyaningsih, Endang R. ER -