<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pola Resistensi M.tuberkulosis terhadap OAT pada Kasus Baru dan Kambuh di Daerah Jawa Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pudjarwoto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Triatmodjo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan penelitian diskriptip untuk memperoleh gambaran pola resistensi M.tuberculosis terhadap OAT primer yaitu issoniazid (H) dengan konsentrasi 0,2 ug/ml, pirazinamid (Z) 40 ug/ml, dan kanamisin (K) 40 ug/ml. Uji resistensi dilakukan dengan metode absolut (WHO, 1983). Dalam penelitian ini telah dapat diuji resistensi terhadap 64 spesimen M. tuberculosis yang diperoleh dari hasil kultur sputum/dahak penderita TB paru yang berobat ke RS Cisarua, Bogor, Jawa Barat tahun 1999.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. tuberculosis yang resisten terhadap OAT adalah sebesar 40,6% terdiri dari resistensi tunggal  (mono drug resisten) dan resistensi ganda (multi drug resisten). Mono drug resisten sebesar 17,2% terdiri dari resisten terhadap isoniazid (H) 7,8%, streptomisi (S) 7,8% dan Rifampisin (R) 1,6%. Etambutol, Kannamisin dan Pirazinamid masih sensitif terhadap kelima jenis OAT yang diujikan. Resistensi ganda tercatat sebesar 23,4%, terdiri dari MDR sebesar 12,5% dan non MDR 10,9%.      Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat M.tuberculosis terhadap OAT primer untuk daerah Bogor dan sekitarnya adalah 40,6%, terdiri dari resisten tunggal sebesar 17,2% dan resisten ganda 23,4%.       Disarankan agar terapi dengan obat alternatif seperti siprofloksasin dan ofloksasin untuk pengobatan kasus-kasus MDR penderita TB paru perlu ditingkatkan penelitian Quality Control pemeriksaan Mikroskopis TB di Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PMR).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WF 140-900 Diseases of the Respiratory System</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1999</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>