TY - RPRT A1 - Suwasono, Hadi N2 - Delapan belas dari 19 kecamatan di kabupaten Grobogan merupakan daerah endemis demam berdarah dengue (DBD). Selama kurun waktu lima tahun (1994–1999) kasus DBD di kabupaten Grobogan selalu meningkat setiap tahunnya terutama pada musim hujan (September–Desember). Meskipun angka kesakitan dalam krun waktu tersebut meningkat dari 4,67 menjadi 5,47 per 10.000 penduduk namun angka kematiannya menurun dari 2,60 menjadi 1,55. Pengendalian vektor DBD Aedes aegypti secara kimiawi terkendala oleh terbatasnya dana operasional. Sementara itu gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) yang berupa bentuk partispasi masyarakat dinilai masih rendah meskipun penyuluhan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Penyuluhan dengan materi yang mengacu pada pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP) masyarakat setempat yang digali melalui kuesioner (sebelum penyuluhan) dilakukan pada penelitian ini. Indikator entomologi yang berupa index jentik dan ovitrap diamati pada sebelum dan sesudah penyuluhan di Ngabenrejo (daerah perlakuan) dan Getasrejo (daerah kontrol). Hasil kuesioner setelah penyuluhan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan PSP responden yang bermakna (p<0,05) di Ngabenrejo (daerah perlakuan). Sementara itu hal serupa terjadi pula di Getasrejo (daerah kontrol) walaupun hanya pengetahuan dan perilaku saja. Index jentik (CI, HI dan BI) dan index ovitrap di Ngabenrejo tamapak turun dibandingkan di Getasrejo meskipun hal tersebut hanya berlangusng lebih kurang selama satu bulan setelah penyuluhan. AV - none TI - Pengembangan Metode Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis Kabupaten Grobogan Jawa Tengah Y1 - 2001/// PB - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan M1 - project_report ID - bkpkkemkes1632 UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1632/ KW - demam berdarah; index jentik; ovitrap; Abstrak Penelitian Kesehatan ER -