<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-10T03:54:13Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:1648</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1648/</dc:relation>
        <dc:title>Kajian Entomologi di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Grobogan, Purwodadi</dc:title>
        <dc:creator>Ambar, Retno</dc:creator>
        <dc:subject>WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Penelitian tentang kajian entomologi vektor demam berdarah (DBD) telah dilakukan di daerah endemis tinggi yaitu Kec. Purwodadi dan endemis rendah di Kec. Klambu, dengan tujuan mencari data faktual di lapangan tentang keadaan vektor, masyarakat, lingkungan dan pengelolaan kasus DBD guna mengidentifikasi masalah atau mendapatkan justifikasi keadaan dan tindakan yang sedang berlangsung serta membuat perbandingan dan evaluasinya antara daerah endemis tinggi dan endemis rendah.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kec. Purwodadi yang merupakan daerah endemis tinggi DBD dengan angka HI, CI, BI dan RI lebih tinggi daripada Kec. Klambu. Nilai tersebut sejak bulan Agustus sampai Desember 2000 berturut-turut adalah 26,00-26,00%, 10,56-34,51%, 34,00-98,00 dan 2,04-3,96. Sedangkan untuk Kec. Klambu yang merupakan daerah endemis rendah berturut-turut adalah 20,00-59,61%, 13,71-31,77%, 23,33-65,38 dan 0,24-1,56. Kepadatan nyamuk Kec. Purwodadi lebih tinggi daripada Kec. Klambu.       Ovitrap index untuk Kec. Purwodadi berkisar antara 5,00-65,00 (dalam rumah) dan 10,00-60,00 (luar rumah) dan untuk Kec. Klambu lebih rendah daripada Kec. Purwodadi yaitu antara 0,00-15,00 (dalam rumah) dan 0,00-25,00 (luar rumah). Tingginya nilai HI, CI, BI, RI dan OI di Kec. Purwodadi disebabkan oleh kepadatan penduduknya tinggi, jumlah TPA lebih banyak daripada Kec. Klambu, pengurasan TPA jarang dilakukan karena kondisi air PDAM yang jarang mengalir. Hal ini berlawanan sekali dengan kondisi yang dijumpai di Kec. Klambu. Umur nyamuk rata-rata untuk kedua lokasi sama yaitu sekitar 8 hari. Dari data kasus terlihat bahwa penyakit ini terjadi kebanyakan pada anak-anak balita dan usia sekolah.       Penelitian ini perlu ditindaklanjuti mengingat daerah tersebut merupakan daerah endmis DBD dengan melakukan berbagai intervensi yang melibatkan masyarakat itu sendiri untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pengendalaian nyamuk secara terpadu dan tepat guna dengan melihat kondisi daerah masing-masing.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2000</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Ambar, Retno  (2000) Kajian Entomologi di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Grobogan, Purwodadi.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>