<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Potensi Pangium edule (Pucung) sebagai Insektisida Hayati terhadap Lalat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nunik Siti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Aminah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penggunaan buah ekstrak pucung (Pangium edule Review) sebagai pengendali hayati secara umum bertujuan untuk menemukan manfaat buah pucung sebagai insektisida untuk membunuh lalat, repelen untuk mengusir lalat serta menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Pada penelitian ini digunakan ikan mayong (Arius thalassinus) sebagai ikan asin dengan penambahan serbuk pucung, ekstrak pucung dan campuran garam plus serbuk dan garam plus ekstrak (ada 14 perlakuan).      Hasil pengamatan, ikan yang ditambah serbuk maupun ekstrak buah pucung masih dihinggapi la1at, tetapi tidak ada belatung yang tumbuh, lalat yang hinggap pada ikan asin adalah berurutan dari paling dominan: Chrysomiia megacephala, Musca domestica dan Sarchopaga. Ikan asin tidak ditumbuhi bakteri Salmonella, Staphylococcus, tetapi masih ditemukan E.coli kurang dari 3 koloni per plate yang masih dalam batas normal. Jamur yang tumbuh dalam ikan asin yang proses pembuatannya dengan perendaman selama 24 dan 48 jam pada bulan ke-2 penyimpanan ditemukan jamur jenis Khamir, Scopularriopsis sp clan Aspergillus sp yang merupakan jamur kontaminan dari udara, tanah dan air.      Ekstrak buah pucung lebih efektif sebagai repelen untuk mengusir lalat daripada insektisida.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>