<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-08T06:08:20Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:1669</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1669/</dc:relation>
        <dc:title>Pedoman Menghitung Angka Kematian Ibu (AKI)</dc:title>
        <dc:creator>Setyowati, Titiek</dc:creator>
        <dc:subject>WQ 215-270 Pregnancy Complications</dc:subject>
        <dc:description>Angka kematian maternal (Angka Kematian Ibu) di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan masih tertinggi dibanding dengan negara ASEAN lainnya. Masih tingginya angka tersebut telah mendorong  pemerintah melakukan berbagai upaya guna mempercepat penurunan AKI.        Salah satu program pemerintah yang dilaksanakan beberapa tahun terakhir adalah penempatan  bidan di desa. Meskipun belum semua desa ditempati bidan, akan tetapi hampir semua desa dapat  terjangkau oleh bidan di desa tersebut.         Dengan adanya program tersebut maka sangat tepat bila bidan di desa di samping menjalankan kegiatan rutin setiap hari, dapat pula melakukan pencatatan dan pelaporan kematian maternal, oleh karena kematian maternal sangat erat hubungannya dengan kegiatan bidan di desa.      Dalam melakukan kegiatan pencatatan dan  pelaporan kematian maternal bidan di desa  dapat menggunakan formulir yang sudah ada yaitu Register Kohort Ibu (RKI ). Setiap ibu hamil  yang ada di wilayah kerja bidan di desa dicatat dalam RKI, kemudian diikuti sampai ibu hamil  tersebut melahirkan dan masa nifas. Semua  kejadian yang menyangkut ibu hamil tersebut  dicatat ke dalam RKI, kemudian setiap bulan dilaporkan ke Puskesmas.        Pada tingkat Puskesmas jumlah kematian ibu dicatat dan dilaporkan ke Dinkes Dati II dengan  menggunakan formulir LB3-KIA.      Dalam melakukan pemantauan ibu hamil di wilayah  kerjanya, bidan di desa dapat bekerja sama  dengan dukun bayi, petugas lapangan Keluarga Berencana, PKK dan Pamong desa. Kerjasama ini sangat diperlukan guna mempermudah bidan di desa dalam melakukan pencatatan dan pelaporan ibu  hamil dan kejadian&amp;#8211;kejadian yang menyangkut   ibu hamil seperti kematian, keguguran,  kelahiran dan kematian ibu.      Untuk menghitung Angka Kematian Maternal selain jumlah kematian ibu juga diperlukan jumlah  kelahiran hidup dengan syarat keduanya harus berasal dari sumber yang sama. Jadi apabila  jumlah kematian ibu diambil dari RKI maka jumlah kelahiran hidup juga diambil dari RKI.</dc:description>
        <dc:publisher>Center for Research and Development of Health Ecology, NIHRD</dc:publisher>
        <dc:date>1998</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Setyowati, Titiek  (1998) Pedoman Menghitung Angka Kematian Ibu (AKI).  Project Report. Center for Research and Development of Health Ecology, NIHRD.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>