<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/171" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/171</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2017-11-15T06:21:38Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/171/DIDL/bkpkkemkes-eprint-171.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/171/</dc:relation>
        <dc:title>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Severitas Anemi Anak Balita dan Wanita Usia Subur</dc:title>
        <dc:creator>Ernawati, Fitrah</dc:creator>
        <dc:subject>WH 120-540 Hematologic Diseases. Immunologic Factors. Blood Banks</dc:subject>
        <dc:description>Pendahuluan : Anemi defisiensi besi merupakan penyebab terbesar anemi di Indonesia  dan negara sedang berkembang lainnya. Kriteria anemi berdasarkan kadar hemoglobin untuk kelompok Balita ( &lt; 11 g/dl), remaja putri dan WUS ( &lt; 12 g/dl). Konsekuensi anemi berdampak luas dan berpengaruh pada sumber daya manusia. Dampak anemi pada bayi dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan psycho-motor dan berpengaruh terhadap proses belajar.   Pada Wanita Usia Subur (WUS) diketahui menurunkan produktifitas kerja. Anemi defisiensi besi disebabkan oleh karena beberapa faktor seperti kurangnya asupan zat besi makanan, tingginya kebutuhan pada masa pertumbuhan atau masa hamil, paritas dan adanya iinfeksi parasit seperti malaria dan lain-lain. Selain faktor di atas, faktor lain yang  diduga berpengaruh adalah keadaan sosial ekonomi, geografi.  Tujuan : Analisis ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi anemi pada anak balita dan  WUS. Tujuan khusus adalah mempelajari gambaran severitas  anemi anak balita dan WUS dan pengaruh  keadaan sosial ekonomi, demografi, lingkungan (tepian sungai/danau/laut) terhadap severitas anemi.  Methodologi : Data dari Studi Kesehatan Ibu dan Anak (SKIA )SURKESNAS 2001 dan Kor-Modul SUSENAS 2001. Populasi analisis ini adalah anak balita dan wanita usia subur (WUS), dan Sampel  adalah anak balita laki-laki dan perempuan usia 0-59 bulan dan WUS, tidak sedang hamil dan menyusui,  umur 15-49 th, mempunyai data dari variabel yang diperlukan sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.   Perangkat lunak (software)  yang digunakan adalah SPSS. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap  yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat (diskriminan).  Hasil dan Bahasan A. Balita   Prevalensi anemi anak balita  44.4 % dari 4591 anak, dengan kadar Hb &lt; 11.0 gr/dl, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok anemi ringan. Tiga puluh persen (30% ) dari mereka tinggal  di desa dan 14.5 % di Kota.   Prevalensi anak  laki-laki  (54%) sedangkan anak perempuan (46%) dan sebagian besar ( 49 %) berumur antara 12 bulan sampai 35 bulan.   Prevalensi  anemi anak balita terbesar terjadi pada anak balita dengan tingkat pendidikan ibu sampai  SD dan SMP (27.0%).   Balita yang menderita diare dalam 2 minggu terakhir, prevalensi anemi 6% dan  tidak anemi (4.6%).  Keluarga balita tidak anemi mengeluarkan uang lebih banyak dibanding keluarga balita anemi untuk membeli bahan makanan  juga pengeluran total rumah tangga.     Diketemukan  ada hubungan positif antara severitas anemi balita dengan kelompok umur balita (P=0.00), artinya makin bertambah umur anak balita makin ringan anemi anak tersebut (Hb 9.0-10.9 gr/dl). Hal ini  mungkin disebabkan makin bertambah umur anak balita, makin mandiri anak tersebut atau ketergantungan pada orang lain sudah mulai berkurang.  Faktor berikutnya yang berpengaruh adalah pendidikan ibu (P=0.003). Makin rendah pendidikan ibu makin berat anemi yang diderita  anak balita, karena pendidikan ibu mempengaruhi  dalam pemilihan dan pengolahan bahan pangan   Pengeluaran rumah tangga balita dari kelompok anemi ringan untuk membeli umbi-umbian berbeda bermakna  dari kelompok anemi  sedang dan berat dengan P=0.026.   Pengeluaran total rumah tangga balita dari kelompok anemi berat berbeda bermakna dari kelompok anemi sedang dengan P= 0.058. Makin berat anemi balita makin kecil pengeluaran rumah tangganya. Hasil analisis diskriminan menunjukkan bahwa  ada 4 variabel independen yang secara signifikan  membedakan antara ke 3 grup kelompok anemi yaitu Umur balita, pendidikan ibu, konsumsi umbi,  rata-rata pengeluaran keluarga balita/bulan, dengan fungsi diskriminan Sbb: Y= -2.749909+ 0.371859 (pendidikan ibu)+ 0.565942 ( umur balita) - 0.001004 (konsumsi umbi)+0.000004 (total pengeluaran R.T). Berdasarkan ciri-ciri 4 faktor pembeda tersebut diatas, 49 %  dari  2038 anak balita anemi dapat terklasifikasi dengan benar.  B.WUS  Total sampel WUS yang diperoleh adalah 18.277 responden dengan kisaran usia 15 tahun sampai 49 tahun. Dua puluh delapan persen (28.0 %) menderita anemi, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok dengan nilai hemoglobin 10.0&amp;#8211;11.9 g/dl (anemi ringan). Di kota, WUS yang menderita anemi adalah 10.2%, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok anemi ringan (10.0&amp;#8211;11.9 g/dl) yaitu 8.8 %, sedangkan di Desa prevalensi anemi adalah 17.9 % dan prevalensi tinggi pada kelompok anemi ringan (Hb 10.0&amp;#8211;11.9 g/dl) yaitu 15,2%. Wus yang menderita anemi berat hanya 0.1% di kota dan 0.2% di desa.   Sebagian besar jumlah anggota keluarga yang dimiliki oleh WUS adalah 1-5 orang, dengan prevalensi 19.3% yang anemi dan 50.7% tidak anemi. Prevalensi WUS tertinggi dengan jumlah paritas 1&amp;#8211;3 kali, dan 13.9% menderita anemi dan 37.2% tidak anemi. Berdasarkan umur kawin pertama, prevalensi WUS baik yang anemi maupun tidak anemi melakukan perkawinan pada umur antara 18&amp;#8211;25 tahun yaitu 13.3% pada kelompok anemi dan 34% pada kelompok tidak anemi.  Prevalensi anemi WUS tertinggi dijumpai pada WUS dengan tingkat pendidikan SD dan SLTP (19.6%).  Dari segi ketenagakerjaan, prevalensi tertinggi adalah pada kelompok WUS yang tidak bekerja,  15.1 % dari mereka menderita anemi i dan 38.8 % tidak anemi. WUS yang tidak  anemi mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli makanan umbi-umbian, daging, kacang-kacangan, ikan, sayuran dan buah-buahan dibandingkan WUS yang menderita anemi. Begitu juga pengeluaran untuk membeli makanan dan pengeluaran per bulan per anggota rumah tangga. Ada hubungan antara jumlah paritas, umur kawin pertama dan tingkat pendidikan dengan severitas anemi (P=0.059, 0.000 dan 0.029).  Hasil analisis hubungan antara uang yang dikeluarkan untuk membeli bahan makanan dengan severitas anemi memperlihatkan mempunyai perbedaan yang nyata  dalam hal  pengeluaran uang untuk makanan/bulan dengan P = 0.056. Hasil analisis diskriminan menunjukkan ada 4 variabel independent yang significan berbeda pada 3 kelompok anemi, yaitu Umur responden, tingkat pendidikan, bekerja dan rata-rata pengeluaran untuk makanan/bulan, dengan fungsi Sbb: Y = -2.158818 &amp;#8211; 0.461036 Umur WUS + 0.421730 Tingkat Pendidikan + 1.080082 Mengurus RT + 0.000009 Rata-Rata Pengeluaran Untuk Makanan.  Berdasarkan ciri-ciri 4 faktor pembeda tersebut di atas, 39 % dari seluruh WUS anemi dapat terklasifikasi dengan benar.  Kesimpulan :  A.  Balita  1.  Prevalensi  anemi pada anak balita adalah 44,4 %, dengan prevalensi severitas anemi tertinggi adalah anemi ringan.  2.  Faktor  yang mempengaruhi  status anemi anak balita adalah umur balita, pendidikan ibu, konsumsi umbi-umbian dan pengeluaran rumah tangga /bulan  4.  Berdasarkan 4 faktor tersebut di atas 49 % anak balita anemi dapat diklasifikasikan  dengan benar menurut severitas aneminya.  B. Sampel Wanita Usia Subur (WUS)  1.   Prevalensi  anemi pada Wanita Usia Subur adalah 28 %, denganprevalensi severitas anemi tertinggi adalah anemi ringan  2. Faktor  yang mempengaruhi  status anemi WUS  adalah umur WUS, tingkat   pendidikan, mengurus rumah tangga dan pengeluaran untuk makanan /bln  4.  Berdasarkan 4 faktor tersebut di atas 39% WUS anemi dapat diklasifikasikan dengan   benar menurut severitas aneminya..    Saran dan Implikasi :  1. Melihat prevalensi anemi pada balita yang masih cukup tinggi maka upaya penanggulangan anemi tersebut perlu dilakukan, misalnya dengan melanjutkan pemberian sirop besi.  2. Faktor-faktor yang ada pengaruhnya terhadap kejadian anemi perlu diperhatikan dalam merancang intervensi yang akan dilakukan.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan</dc:publisher>
        <dc:date>2003</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Ernawati, Fitrah  (2003) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Severitas Anemi Anak Balita dan Wanita Usia Subur.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan.     </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/171/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>