%0 Report %9 Project Report %A Latinulu, Syarifuddin %D 1997 %F bkpkkemkes:1737 %K pelayanan gizi dan kesehatan; bidan desa; desa-desa tertinggal (DT); desa-desa tidak tertinggal (DTT) %T Peranan Bidan Desa sebagai Wakil Puskesmas dalam Peningkatan Pelayanan Gizi di Desa Tertinggal di Dua Kabupaten, Jawa Tengah %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/1737/ %X Ketersediaan fasilitas pelayanan gizi dan kesehatan di desa-desa tertinggal (DT) kurang memadai dibandingkan dengan fasilitas pelayanan di desa-desa tidak tertinggal (DTT) dan tidak adanya program gizi khusus untuk desa DT disertai daya beli masyarakat yang rendah menyebabkan keadaan gizi balitanya juga lebih jelek. Berdasarkan hal ini telah dikaji secara deskriptif faktor-faktor penentu pemanfaatan pelayanan tersebut dan seberapa jauh tingkat penggunaan pelayanan tersebut oleh masyarakat pengguna. Dari hasil studi ini diketahui bahwa tidak ada perbedaan program pelayanan antara desa DT dan desa DTT. Yang berbeda adalah prioritas penempatan bidan desa dan frekuensi kunjungan pusling ke desa DT lebih sering daripada ke desa DTT. Bidan desa sebagai paramedis perawatan juga berperan sebagai TPG tingkat desa. Dengan pendekatan kemitraan kepada kader desa potensial melalui ketua PKK, bidan desa bersama-sama dengan kader memberikan pelayanan gizi dan kesehatan kepada masyarakat. Pemanfaatan pelayanan gizi dan kesehatan di desa DT dan desa DTT cukup tinggi, khususnya penggunaan jasa bidan desa sebesar 53.3 persen dan pelayanan puskesmas 82.7 persen. Keberadaan bidan desa yang ditunjang sarana pondok bersalin desa (Polindes) dan pos obat desa (POD) merupakan alternatif pelayanan terdepan di desa DT