<mets:mets OBJID="eprint_1794" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-04T11:03:39Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_1794_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Faktor Risiko Kejadian Pnemonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Priyo</mods:namePart><mods:namePart type="family">Santoso</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pnemonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak menyerang bayi dan anak balita. Kejadian pnemonia pada masa balita berdampak jangka panjang yang akan muncul pada masa dewasa yaitu dengan penurunan fungsi ventilasi paru. Sampai sekarang pnemonia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.       Kejadian pnemonia pada balita di Indonesia berkisar antara 10 % - 20 % pr tahun. Perkiraan angka kematian pnemonia secara nasional ialah 6 per 1.000 balita atau berkisar 150.000 balita per tahun. Kejadian pnemonia di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran pada tahun 2001 sebanyak 596 dengan proporsi 17,72 % dan merupakan proporsi kejadian pnemonia tertinggi dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Surabaya.      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian pnemonia pada balita.     Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus kontrol (case control study), yang mempelajari perbandingan antara probabilitas kasus terpapar dengan kasus tidak terpapar kemudian dicari  faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Sedangkan untuk mengetahui estimasi besarnya faktor resiko terhadap kejadian pnemonia ditentukan dengan nilai Odds Ratio (OR).       Subyek penelitian adalah balita brumur 12-48 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamtan Kenjeran Kota Surabaya selama bulan Maret sampai dengan Mei 2002. Besar sampel 134 terdiri dari 67 kasus dan 67 kontrol. Variabel bebas terdiri dari umur balita, jenis kelamin, status gizi, status imunisasi, pemberian kapsul vitamin A, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, kepadatan rumah, ventilasi rumah dan pencemaran asap rokok. Variabel tergantung adalah kejadian pnemonia pada balita.       Analisis data dilakukan secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabulasi silang dan prosentase. Analisis analitik dilakukan secara univariat dan multivariat dengan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi  95 % (p&lt;0,05), untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan vriabel tergantung serta untuk mengetahui estimasi besarnya risiko (Odds Ratio) dari faktor penyebab terhadap kejadian pnemonia pada balita.      Hasil  penelitian menyimpulkan bahwa faktor risiko terjadinya pnemonia pada balita adalah status gizi buruk p = 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita dengan gizi buruk sebesar 33,693 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik, status gizi kurang p = 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita dengan gizi kurang sebesar 20,752 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik, balita yang tidak mendapat imunisasi campak p=0,001 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita yang tidak mendapatkan imunisasi campak sebesar 19,934 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang mendapatkan imunisasi campak dan ventilasi rumah yang buruk p= 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita yang tinggal di rumah dengan ventilasi buruk sebesar 9,067 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang tinggal di rumah dengan ventilasi baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WC 195-425 Infection. Bacterial Infections</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2002</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_1794"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_1794_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_1794_mods" ADMID="TMD_eprint_1794"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>