<mets:mets OBJID="eprint_1870" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-04T12:51:48Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_1870_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Pertumbuhan Bayi Usia 0-4 Bulan yang Mendapat ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (Penelitian Lanjutan)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yekti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Widodo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada bayi sebelum usia 4 bulan masih banyak dilakukan di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Hasil penelitian bahwa pada masyarakat pedesaan di Indonesia, jenis MP-ASI yang umum diberikan kepada bayi sebelum usia 4 bulan adalah pisang (57,3%). Di samping itu akibat rendahnya sanitasi dan higiene MP-ASI memungkinkan  terjadinya kontaminasi oleh mikroba, sehingga meningkatkan risiko atau infeksi yang lain pada bayi. Oleh karena itu masih perlu dilakukan penelitian yang secara langsung membandingkan pertumbuhan bayi yang diberi ASI eksklusif dan ASI tidak eksklusif sebelum usia 4 bulan terutama pada masyarakat pedesaan.      Tujuan penelitian adalah menentukan perbedaan pertumbuhan bayi  usia 0?4 bulan pada bayi yang mendapat ASI eksklusif  dan bayi yang diberi MP-ASI sebelum usia 4 bulan. Disain penelitian ini adalah kohort dan populasi penelitiannya adalah bayi berusia 0-4 bulan di daerah penelitian.       Penelitian dilakukan di daerah pedesaan Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah, dimana praktik-praktik pemberian MP-ASI bayi sebelum usia 1 bulan mencapai 32,4% dan 66,7% jenis MP-ASI yang diberikan adalah pisang. Sampel penelitian adalah bayi baru lahir yang memenuhi kriteria dan dilakukan  follow-up sampai bayi usia 4 bulan. Jumlah sampel pada kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif 110 dan kelompok ASI tidak ekslusif 111 bayi.       Pengumpulan data dilakukan setiap 2 minggu sekali, yang meliputi data sosial ekonomi, antropometri, frekuensi dan durasi pemberian ASI, konsumsi MP-ASI, dan data morbiditas bayi. Analisis data dilakukan uji statistik t-test, X2, dan repeated measurement analysis of variance.         Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan bayi pada saat usia 2, 3 dan 4 bulan kelompok bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar dari pada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif (p&lt;0,05). Rata-rata panjang badan pada saat lahir, usia 1, 2, 3 dan 4 bulan tidak ada perbedaan. Pertambahan berat badan per bulan pada kelompok bayi yang diberi ASI eksklusif  lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI tidak eksklusif. Pertambahan berat badan per bulan dan total pertambahan berat badan sejak lahir sampai usia 4 bulan pada kelompok bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih besar dari pada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif (p&lt;0,05). Rata-rata pertambahan panjang badan bayi yang diberi ASI eksklusif lebih besar dari pada yang diberi ASI tidak eksklusif terutama pada usia 3-4 bulan dan total pertambahan panjang badan sejak lahir sampai usia 4 bulan (p&lt;0,05). Pola pertumbuhan bayi berdasarkan berat badan pada bayi yang diberi ASI tidak eksklusif sudah mulai tampak sejak usia 1 bulan. Garis pada grafik pertumbuhan bayi yang diberi ASI tidak  eksklusif  selalu di bawah garis pertumbuhan bayi yang diberi ASI eksklusif (p&lt;0,05). Pola pertumbuhan bayi berdasarkan panjang  badan tidak berbeda tetapi sudah tampak adanya penyimpangan sejak usia 2 bulan.  Proporsi bayi yang mengalami gangguan kesehatan berupa diare, panas, batuk dan pilek pada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif lebih besar dari pada bayi yang mendapat ASI eksklusif (p&lt;0.05).      Kesimpulan dari  penelitian ini ada perbedaan pertumbuhan bayi berdasarkan berat badan antara bayi yang diberi ASI eksklusif  dan yang diberi MP-ASI sebelum usia 4 bulan, sedangkan berdasarkan panjang badan tidak ada perbedaan proporsi bayi yang mengalami gangguan kesehatan berupa diare, panas, batuk, dan pilek pada kelompok bayi yang diberi ASI tidak eksklusif lebih besar dari pada bayi yang mendapat ASI eksklusif.      Dari penelitian ini disarankan promosi pemberian ASI eksklusif kepada bayi minimal selama 4 bulan perlu ditingkatkan dan terus dimasyarakatkan dengan memberikan informasi yang jelas, lengkap dan berkelanjutan. Sasaran promosi ASI eksklusif bukan hanya wanita hamil dan ibu menyusui, tetapi harus melibatkan pada suami, nenek, mertua, orang tua, kader, dukun bayi, dan petugas kesehatan yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan praktik pemberian ASI ekslusif adalah ketika ibu hamil memeriksakan kehamilan, pada saat persalinan, dan masa nifas. Para suami dan anggota keluarga dari wanita hamil dan ibu yang baru saja melahirkan harus dilibatkan sebagai sasaran promosi ASI eksklusif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2003</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_1870"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_1870_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_1870_mods" ADMID="TMD_eprint_1870"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>