<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Efektivitas Fortifikasi Bioyodium dalam Garam terhadap Status Yodium di Daerah GAKY</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Komari</mods:namePart><mods:namePart type="family">Komari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Bioyodium merupakan bahan sumber yodium yang terikat dengan bahan biologis lemak sebagai alternatif pengganti kalium yodat. Keunggulan bioyodium adalah lebih stabil dalam penyimpanan dan pengolahan makan karena tahan terhadap bumbu dan nilai biologisnya tinggi. Bioyodium dapat difortifikasikan dalam garam.       Tujuan penelitian adalah meneliti efektivitas bioyodium yang difortifikasikan pada garam dalam meningkatkan status yodium di daerah GAKY. Penelitian bersifat quasi eksperimen dan dilaksanakan di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang. Garam yang diyodisasi dengan bioyodium dan kalium yodat (pada 50 ppm) secara random sistematis diberikan kepada keluarga yang mempunyai anak usia sekolah dasar yang mengalami pembesaran kelenjar tiroid. Pembesaran kelenjar tiroid ditentukan dengan palpasi. Keluarga pertisipan menyatakan kesediaan ikut berpartisipasi dalam penelitian dengan menandatangani ?inform consent?. Garam diberikan sebanyak 800 gram setiap keluarga setiap bulan selama 3 bulan. Pengukuran parameter goiter dan ekskresi yodium urine (EYU) pada anak sekolah, dan parameter kadar tiroksin darah pada ibu keluarga tersebut dilakukan pada awal dan akhir penelitian.       Hasil penelitian ini menunjukkan garam yang diyodisasi dengan bioyodium sama efektifnya dalam mengempiskan pemebesaran kelenjar tiroid. Bioyodium dalam garam juga efektif menaikkan EYU dan kadar tiroksin darah. Dalam peyembuhan hipotiroidi, bioyodium relatif lebih efektif. Kecenderungan hipertiroid juga dideteksi pada keduanya, tetapi bioyodium lebih kecil.       Kesimpulan dari penelitian adalah efektivitas bioyodium pada garam sama dengan kalium yodat. Namun, bioyodium mempunyai kecenderungan lebih efektif. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan dosis yodium dalam fortifikasi garam perlu dikoreksi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WD 100-175 Nutrition Disorders</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2004</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>