<mets:mets OBJID="eprint_2086" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-06T04:00:33Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_2086_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Dampak Status Imunisasi pada Anak Balita di Indonesia</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">C.S. Whinie</mods:namePart><mods:namePart type="family">Lestari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Program imunisasi di Indonesia sudah mencapai Universal Child Imunization (UCl) pada akhir tahun 1990 yaitu &gt; 80% bayi sasaran sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Cakupan imunisasi yang tinggi diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit seperti campak yang dapat mengakibatkan infeksi sekunder berupa pneumonia dan diare. Namun sampai saat ini masih terjadi KLB campak di beberapa daerah. Data cakupan imunisasi dan kejadian penyakit yang ada selama ini lebih banyak adalah berbasis fasilitas kesehatan sehingga masih dibutuhkan data yang berbasis komunitas untuk melengkapi dan mendapatkan data yang lebih akurat.      Pada tahun 2007, Departemen Kesehatan telah melakukan riset kesehatan dasar (RISKESDAS) berskala nasional dengan kerangka dan jumlah sampel mengikuti sampel SUSENAS Kor. Analisis secara mendalam dan komprehensif dapat menilai kemajuan program imunisasi, besaran masalah yang sebenamya dan dampak yang kurang diperhitungkan dalam menurunkan angka kesakitan anak. Analisa dilakukan menggunakan kompleks sampel dengan SPSS 15.     Hasil analisa data Riskesdas menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara cakupan imunisasi lengkap (41,4%, n=69.189) dengan cakupan imunisasi campak (81,3%, n=61.843) pada anak balita umur 12-59 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan imunisasi campak belum bisa digunakan sebagai indikator cakupan imunisasi lengkap pada anak balita, sehingga masih diperlukan pendataan secara berkala untuk menilai cakupan imunisasi lengkap pada anak balita. Kejadian penyakit campak pada anak yang tidak mendapat imunisasi campak lebih tinggi (5,3%) dibandingkan dengan anak yang diimunisasi campak (3,5%). Sehingga imunisasi campakmasih efektif untuk mencegah penyakit campak.     Anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap berisiko 2,4 kali (p=O,OOO 1) menderita penyakit campak yang disertai dengan pneumonia, dan berisiko 2,7 kali (p=O,OOOl) menderita penyakit campak disertai dengan diare dan pneumonia dibandingkan -dengan anak yang mendapat imunisasi lengkap. Sehingga cakupan imunisasi lengkap yang tinggi menunjukkan hasil yang baik untuk mencegah penyakit campak disertai komplikasinya.     Hasil analisis multivariat terhadap akses, pemanfaatan pelayanan kesehatan dan pendidikan KK menunjukkan bahwa pendidikan KK dan pemanfaatan Posyandu/Poskesdes merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap status imunisasi lengkap anak balita. Status gizi baik dan normallebih tinggi pada anak dengan     status imunisasi lengkap dibandingkan dengan status imunisasi tidak lengkap. Sehingga untuk mencegah kelainan gizi baik yang akut maupun yang kronis maka salah satu variabel yang turut berperan adalah status imunisasi balita.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2009</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_2086"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_2086_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_2086_mods" ADMID="TMD_eprint_2086"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>