<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-24T05:34:53Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:2118</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2118/</dc:relation>
        <dc:title>Studi Pengaruh Tipologi Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi di Puskesmas Kota Blitar, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Kulonprogo)</dc:title>
        <dc:creator>Siswanto, Siswanto</dc:creator>
        <dc:subject>W 1-28 Reference Works. General Works</dc:subject>
        <dc:description>Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kepemimpinan terhadap      motivasi dan kinerja individu pada karyawan puskesmas. Jenis penelitian ini adalah studi      deskriptif analitik dengan menggunakan disain potong lintang (cross-sectional). Populasi      penelitian ini adalah karyawan puskesmas di Kota Blitar, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten      Kulonprogo. Untuk Kota Btitar diambil 73 karyawan Puskesmas Sukorejo Sanan Wetan,      Kabupaten Pasuruan diambil 69 karyawan Puskesmas Gempol dan Kraton, dan Kabupaten      Kulonprogo diambil 74 karyawan Puskesmas Pengasih I dan Puskesmas Sentolo I.      Variabel intensitas kepemimpinan (Leadership Practice Inventory) terdiri dari lima      dimensi, yakni Challenging the process, Inspiring a shared vision, Enabling others to act,      Modelling the way, dan Encouraging the heart. Variabel Motivating Potential Score terdiri dari      lima dimensi, yakni Skill Variety, Task Identity, Task Significance, Autonomy,dan Feedback.      Variabel Kinerja Individu terdiri dari tiga dimensi, yakni Critical Thinking, Work Habit, dan      Professionalism. Nilaiskor masing-masing dimensi dihitung dad retataindikatorpembentuknya;      Selanjutnya untuk menghitung nilai variabel LPI dan KI, dilakukan?penjumlahan?llilaiskordari      dimensi pembentuknya. Khusus, untuk menghitung nilai variabel MPS digunakan formula      tertentu. Untuk melihat perbedaan antara sub-kelornpok karyawan (antar rkabupatenzkota)      dilakukan analisis Anova. Sedangkan, untuk melihat hubungan antar variabel (uji hipotesis)      dilakukan uji regresiliner. .. . .      Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mempunyaimasa kerja antara 0 -'- 20      tahun (72,1 %). Dilihat dari jenis profesi, maka proporsi terbesar dari karyawan puskesmas      diduduki oleh perawat (24,1%) dan kemudian bidan (19,9%). Dari hasil ujiAnova tampak      bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antar karyawan Kabupaten Blitar dengan      karyawan Kabupaten Kulonprogo (p&lt;0,05). Sedangkan untuk variabel MPS, dengan uji Anova      menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yaug bermakna antar ketiga kelompok .sub-      populasi karyawan puskesmas, yakni antara karyawan puskesmas di Kota Blitar, Kabupaten      Pasuruan, dan Kabupaten Kulonprogo (p&gt;O,05). Untuk variabel Kinerja Individu, hasil ujiAnova      tampak bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antar karyawan KabupatenBlitar dengan      karyawan Kabupaten Kulonprogo (p&lt;0,05).      Hasil uji statistik dengan regresi liner untuk melihat pengaruh antar variabel      menunjukkan bahwa, pertama, terdapat pengaruh yang signifikanaIitara Intensitas      Kepemimpinan (LPI) terhadapMotivating Potential Score (B = 0,798; p&lt;O,OOI). Kedua, dapat      dibuktikan terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivating Potential Score terhadap Kinerja      Individu (B=O,097, p&lt;O,OO 1). Ketiga, dapat dibuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan      antara Intensitas Kepemimpinan (LPI) terhadap Kinerja Individu (B=0,449,p&lt;0,001).      Berdasar hasil analisis, penelitian ini merekomendasikan agar (i) mereformasi      kelembagaan puskesmas menjadi unit swakelola dan dikembangkannya mekanisme reward jasa      pelayanan dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi karyawan puskesmas, motivasi      karyawan puskesmas, dan kinerja karyawan puskesmas, (ii) meningkatkan kompetensi karyawan      puskesmas dalam leadership (kepemimpinan) dan menciptkan struktur kerjayang mampu      mendorong motivasi karyawan.</dc:description>
        <dc:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</dc:publisher>
        <dc:date>2011</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Siswanto, Siswanto  (2011) Studi Pengaruh Tipologi Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan (Studi di Puskesmas Kota Blitar, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Kulonprogo).  Project Report. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>