<mets:mets OBJID="eprint_2241" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-05T16:40:39Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_2241_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE DAN KAITANNYA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yurista</mods:namePart><mods:namePart type="family">Permanasari,  ,</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Erna</mods:namePart><mods:namePart type="family">Luciasari</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Purwanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tingginya angka prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia merupakan masalah yang masih harus dicari pemecahannya. Kejadian diare merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan balita mengalami kekurangan gizi. Banyak faktor yang terkait dengan tingginya kejadian diare di Indonesia, terutama pada balita, antara lain pelaksanaan PHBS yaitu kebiasaan mencuci tangan, tempat buang air besar, dan ketersediaan air bersih.       Tujuan analisis data sekunder riskesdas 2007 ini secara umum untuk mengetahui hubungan PHBS dengan diare dan kaitannya dengan status gizi balita sehingga diharapkan dapat bermanfaat untuk menurunkan angka prevalensi gizi kurang dengan cara pencegahan terhadap diare yaitu dengan penerapan PHBS pada kehidupan sehari-hari.       Data akan dianalisis secara deskriptif dan analitik meliputi analisis univariate, bivariate, dan multivariate dengan regresi logistik untuk melihat variabel-variabel yang dapat digunakan sebagai prediksi terhadap kejadian diare dan untuk melihat hubungan kejadian diare dengan status gizi balita serta seberapa besar resikonya.       Dari basil uji analisis multivariate antara variabel-variabel independent yaitu PHBS dan karakteristik demografi dengan kejadian diare pada balita terlihat bahwa tidak semua variabel-variabel independent yang dianalisis mempunyai resiko terhadap kejadian diare. Dalam hal ini variabel yang mempunyai resiko terhadap kejadian diare ialah tempat buang air besar, Pencemaran disekitar sumber air dalam radiaus &lt;l0 m, kemudahan memperoleh air, kualitas fisik air minum, sarana penampungan air minum sebelum dimasak yang menggunakan wadah/tandon terbuka, dan pendidikan ibu. Dari variabel tersebut berturut-turut yang mempunyai resiko besar terhadap kejadian diare ialah pendidikan ibu (OR=1,4), kualitas fisik air minum (OR=l,22), dan tempat buang air besar (OR=l,21). Dalam hal uji variabel kejadian diare dengan status gizi, juga terlihat bahwa diare mempunyai resiko terhadap status gizi.       Banyaknya kejadian diare pada balita akan beresiko banyaknya anak yang kurus. Beberapa variabel PHBS mempengaruhi kejadian diare. Oleh karena itu, untuk memperbaiki status gizi tidak hanya harus diberi makanan tambahan ataupun obat-obatan untuk pengobatan terhadap penyakit infeksi, akan tetapi, dimulai dari tindakan preventif untuk mencegah terjadinya gizi buruk. Keluarga, terutama ibu balita, sebaiknya memperluas wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan diare agar dapat dilakukan tindakan pencegahan yang tepat supaya tidak terjadi diare atau memburuknya kesehatan anak akibat diare karena diare ada hubungannya dengan status gizi terutama status gizi akut yang diukur dengan indek BB/TB.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 200-342 Diseases of Children and Adolescents</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2008</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_2241"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_2241_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_2241_mods" ADMID="TMD_eprint_2241"></mets:div></mets:structMap></mets:mets>