<mets:mets OBJID="eprint_2381" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-07-05T12:57:01Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Repositori BKPK</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_2381_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>HUBUNGAN KADAR IODIUM AIR SUSU IBU DENGAN IODIUM URIN IBU MENYUSUI DI DAERAH DENGAN KADAR EKSKRESI IODIUM URIN TINGGI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Supadmi</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Djoko</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kartono</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Sugianto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M.</mods:namePart><mods:namePart type="family">Samsudin</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tujuan umum: untuk menilai hubungan kadar iodium Air Susu Ibu (ASI) dengan iodium urin ibu menyusui di daerah dengan kadar ekskresi iodium urin tinggi. Tujuan Khusus: untuk mengukur kadar iodium dalam ASI pada ibu menyusui, mengukur kadar iodium dalam urin pada ibu menyusui dan bayinya, mengukur nilai TSH pada ibu menyusui dan bayinya, mengukur nilai fT4 pada ibu menyusui, mengukur status gizi ibu menyusui, mengukur frekuensi dan durasi bayi setiap menyusu selama 24 jam, mengukur pengetahuan, sikap dan praktek ibu menyusui, mengukur kadar iodium dalam garam konsumsi rumah tangga, mengukur recall konsumsi makanan ibu menyusui, mengukur kadar iodium dalam air yang digunakan untuk minum dan memasak di rumah tangga.        Manfaat: dari hasil penelitian diperoleh informasi kecukupan asupan iodium bayi dari ASI dan bahan kajian/pertimbangan khususnya dalam revisi tingkat iodisasi dalam garam. Informasi tersebut dapat dipergunakan sebagai kebijakan dalam penanggulangan masalah GAKI.        Desain penelitian: Cross Sectional. Sampel: ibu menyusui yang berumur 17-45 tahun yang mempunyai bayi berumur 2 minggu-6 bulan. Pemilihan Kecamatan dilakukan secara acak (simple random sampling) yaitu satu Kecamatan yang menggambarkan nilai ekskresi iodium urin tergolong tinggi dan satu Kecamatan yang menggambarkan nilai ekskresi iodium urin normal. Dari 2 Kecamatan terpilih yang meliputi 10 desa akan diambil sampel ibu menyusui dan bayinya masing-masing sebanyak 180 yang dilakukan secara acak (simple random sampling).       Hasil penelitian: Sebagian besar pekerjaan ayah sebagai buruh 31,7%. Lebih dari separo persen pekerjaan ibu ternyata tidak bekerja 67%. Pendidikan ayah yang terbanyak adalah tamat SD 37% hal ini sama dengan yang terjadi peda pendidikan ibu yang terbanyak 38,9%. Hasil palpasi leher ibu mengalami pembesaran kelenjar tiroid grade I = 1,7% sedangkan pada bayi yang. mengalami grade I = 0,6%. Makanan sumber iodium yang banyak dikonsumsi ibu adalah ikan laut 20,67%, jenisnya meliputi ikan asin, teri, bandeng dan pindang. Sedangkan untuk ikan air tawar, lele yang paling sering dikonsumsi. Ibu mengkonsumsi makanan sumber iodium ini lebih dari 2x seminggu.       Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan pemberian air susu ibu (ASI). Nilai ekskresi iodium urin pada ibu yang tinggi ternyata diikuti oleh nilai ekskresi iodium dalam urin pada bayinya juga tinggi demikian juga dengan nilai iodium dalam ASI juga ditemukan tinggi. Saran: Perlu dilakukan penelitian sejenis didaerah lain yang mempunyai nilai ekskresi iodium urin tinggi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">QV 270-285 Water. Electrolytes</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2010</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Balai Penelitian dan Pengembangan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_2381"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_2381_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repositori BKPK the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repositori BKPK does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repositori BKPK is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_2381_5147_1" SIZE="9097837" OWNERID="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2381/1/594%20GIZ%20-%20HUBUNGAN%20KADAR%20IODIUM%20AIR%20SUSU%20IBU%20DENGAN%20IODIUM%20.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2381/1/594%20GIZ%20-%20HUBUNGAN%20KADAR%20IODIUM%20AIR%20SUSU%20IBU%20DENGAN%20IODIUM%20.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_2381_mods" ADMID="TMD_eprint_2381"><mets:fptr FILEID="eprint_2381_document_5147_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>