TY - RPRT N2 - Latar belakang: Penggunaan indikator standar (TSH, USG) untuk mengetahui besaran masalah Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di masyarakat umumnya masih sulit dilakukan oleh kabupaten/kota karena bebarapa kendala, yaitu: keterbatasan biaya (mahal), peralatan (kurang), dan tenaga (perlu ahli). Pertimbangan tersebut menjadi dasar dari penelitian ini untuk mengembangkan indikator yang lebih sederhana tetapi diharapkan memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memprediksi besaran masalah GAKI yang sebenarnya di masyarakat. Hasil: Variabel yang diuji hampir semua memiliki nilai sensitivitas rendah, menunjukkan variabel-variabel tersebut tidak dapat digunakan sebagai indikator untuk keperluan skrining individu. Akan tetapi variabel-variabel tersebut masih dapat dipakai untuk memprediksi masalah GAKI sebenarnya di masyarakat sepanjang prevalensinya cukup tinggi. Kesimpulan: Tidak ditemukan variabel yang secara tunggal dapat dipakai sebagai indikator untuk skrining individu. Gabungan variabel dapat dipakai untuk memprediksi peluang terjadinya efek hipotiroid. Saran. Perlu uji validitas model prediksi prevalensi masalah GAKI di daerah endemik maupun non endemik. TI - PENGEMBANGAN INDIKATOR GAKI AV - none M1 - project_report Y1 - 2012/// A1 - Samsudin, M. UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2406/ PB - Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium Magelang ID - bkpkkemkes2406 KW - GAKI KW - Iodium ER -