TY - RPRT M1 - project_report ID - bkpkkemkes2466 UR - http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2466/ KW - RSUD KW - Obat Generik Y1 - 2011/// PB - Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat AV - none TI - PENGARUH PENGGUNAAN OBAT GENERIK TERHADAP COST SAVING DAN KETERJANGKAUAN HARGA RESEP DI LIMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DKI JAKARTA A1 - Syaripuddin, Muhammad A1 - Susyanti, Andy Leny A1 - Sari, Ida Diana N2 - Pengeluaran untuk biaya kesehatan semakin meningkat dari tahun ke tahun dimana hampir 30% pengeluaran biaya kesehatan tersebut adalah biaya obat. Salah satu cara untuk mengurangi biaya obat adalah dengan menggunakan obat generik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung biaya obat yang dapat disimpan dan keterjangkauan masyarakit karena penggunaan obat generik. Penelitian ini dilakukan di lima Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DKI Jakarta. Penelitian ini adalah jenis penelitian non intervensi dengan rancangan potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah semua resep yang masuk ke apotek pelayanan rumah sakit mulai bulan Januari hingga bulan Juni 2011. Pemilihan sampel dilakukan dengan sistematik random sampling sesuai dengan jumlah resep yang diperlukan di tiap-tiap rumah sakit yang dihitung secara proporsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 1600 lembar resep yang dijadikan sampel terdapat 5891 jenis obat didalamnya atau dengan kata lain setiap lembar resep terdapat 3,6 jenis obat didalamnya. Sebagian besar obat yang sering diresepkan di rumah sakit belum memiliki obat generik. Perbandingan harga antara obat bermerek dengan obat generik untuk obat sejenis antara 1,02-59 kali. Rata-rata harga resep di RSUD DKI Jakarta sebesar Rp.l19.357, akan turun menjadi Rp.90.624 bila dikonversi menjadi obat generik. Penggunaan obat generik dapat menurunkan biaya obat dari 2 hari daily wages menjadi 1 hari daily wages. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penggunaan obat generik dapat merupakan cost saving, dan dari hasil perhitungan diperoleh penghematan biaya sebesar Rp.28.000 per lembar resep. Penghematan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjangkau harga resep sebesar dua kali. ER -