<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2017-11-01T04:44:39Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:www.badankebijakan.kemkes.go.id:2500</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2500/</dc:relation>
        <dc:title>PENGEMBANGAN METODA PEMBERIAN VAKSIN POLIO ORAL PADA PROGRAM BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH (BIAS)</dc:title>
        <dc:creator>Gendrowahyuhono</dc:creator>
        <dc:subject>WC 500-590 Virus Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Penelitian pengembangan metoda pemberian vaksin polio pada anak sekolah SD telah dilakukan di Medan dan Yogyakarta pada tahun 2000.        Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui status antibodi anak setelah mendapat vaksin polio dari program BIAS, sehingga dapat ditentukan apakah dengan pemberian BIAS satu kali sudah cukup dapat memutus rantai penularan virus polio pada anak sekolab dasar.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa status antibodi anak terhadap ketiga type virus polio masih rendah, baik di Yogya maupun di Medan, masing-masing 80% dan 81%. Akan tetapi status antibodi terhadap type-1 dan type-2 sudah cukup tinggi yaitu di Yogya masing-masing 96% dan 99%, di Medan masing-masing 94% dan 96%. Yang agak menggembirakan adalah bahwa tidak ada satu anak pun yang tidak mempunyai antibodi terhadap virus polio (triple negatip = 0).       Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setelah pemberian imunisasi polio melalui program BIAS satu kali ternyata status antibodi anak masih kurang yaitu anak yang mempunyai antibodi terhadap ketiga type virus polio hanya 80-81%. Untuk itu perlu dilakukan BIAS II, akan tetapi sasarannya adalah anak SLTP karena anak SD yang masuk dalam penelitian ini sekarang sudah masuk ke SLTP sedangkan anak SD yang sekarang (tidak termasuk dalam penelitian) adalah anak SD yang telah mendapat imunisasi dari program PIN tahun 1995-1997.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>2000</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Gendrowahyuhono  (2000) PENGEMBANGAN METODA PEMBERIAN VAKSIN POLIO ORAL PADA PROGRAM BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH (BIAS).  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>