<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGEMBANGAN MODEL PENYULUHAN SEKS PASCA SERANGAN JANTUNG (TAHAP I)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ganda</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siburian</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Survei kesehatan rumah atangga tahun 1972, 1980, 1986, 1992 dan 1995 telah memperlihatkan kecenderungan peningkatan penyakit jantung dan sistim pembuluh darah sebagai penyebab kematian. Pada saat ini, penyakit jantung merupakkan dan penyebab kematian yang utama dimana di jumpai adanya     pergeseran usia penderita kearah yang lebih muda dari usia sekitar empat puluhan kearah tiga puluhan. Pada usia seperti ini, manusia masih aktif melakukan kegiatan seksual untuk tujuan reproduksi maupun pemenuhan kebutuhan fisik akan psikis.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita masih kurang memahami kegiatan seks yang sehat pasca serangan jantung. Penderita masih membutuhkan kegiatan penyuluhan yang akan diberikan melalui Buku Model yang telah selesai dibuat, sehingga senggama yang merupakan kegiatan yang normal dari setiap individu tetap dapat dilaksanakan sehingga individu dapat dikembalikan pada kegiatan seks sebelum serangan jantung.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WG 200-460 Heart. Heart Diseases</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2000</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>