<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EVALUASI PROGRAM BULAN IMUNISASI ANAK SEKOLAH CAMPAK DI DKI JAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang</mods:namePart><mods:namePart type="family">Heriyanto</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Telah dilakukan suatu Evaluasi Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada anak-anak kelas I sampai kelas V SD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tanggap kebal dan kejadian ikutan pasca imunisasi.      Evaluasi dilakukan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dipilih daerah ini karena BIAS tahap I hanya dilakukan di 2 daerah tersebut yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta.      Sebanyak 300 anak kelas I-V SD telah diikutsertakan dalam penelitian ini, diperiksa status antibodi sebelum dan sesudah BIAS dilaksanakan, sehingga total sampel sebelum dan sesudah 600 sampel. Selain itu juga dilakukan pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi sampai hari ke-14 pasca imunisasi (BIAS). Pemeriksaan serologi dilakukan dengan uji ELISA terhadap IgG dan dengan neutralisasi     mikro assay pada set vero terhadap antigen campak untuk melihat titer antibodi. Selain itu juga dilihat potensi vaksin yang digunakan selama BIAS dengan menghitung T.CID     50 sel vero.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca BIAS dengan uji ELISA 4,64% anak menunjukkan IgG negatif dan 97,78% positif antibodi IgG terhadap campak.      Setelah diuji dengan neutralisasi menunjukkan adanya serokonversi antibodi campak sebesar 97,50% pasca BIAS campak dan hasil perhitungan GMT titer antibodi campak menunjukkan bahwa nilai GMT sebesar 6,26 setara dengan titer antibodi netralisasi campak sebesar 100,43 sebelum imunisasi dan 7,12 setelah imunisasi, hasil dari evaluasi serologi ini menunjukkan bahwa pemberian BIAS campak pada murid SD kelas I-VI dapat memberikan kekebalan terhadap injeksi campak sebesar 97,50%.       Hasil pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) menunjukkan adanya kenaikan suhu badan 37,5-38,4Â°C = 0,66% sedangkan yang mengalami ruam kulit/rash selama 3 hari = 0,33%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2001</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengmebangan Pemberantasan Penyakit</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>