%0 Report %9 Project Report %A Purnamawati, Shinta %A Yuwono, Djoko %D 1995 %F bkpkkemkes:2622 %K Bebas Polio, Enterovirus %T PENGAMATAN ENTEROVIRUS NON POLIO DALAM RANGKA PROGRAM BEBAS POLIO DI KABUPATEN CIANJUR, PROPINSI JAWA BARAT %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2622/ %X Telah dilakukan suatu survei enterovirus di daerah tersangka KLB polio di kecamatan Mande, kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status polio pada anak balita dan transmisi enterovirus lainnya di daerah tersebut. Sebanyak 91 anak telah diamati dan sebanyak 59 serum dan 65 tinja balita telah diperiksa. Pemeriksaan antibodi polio dilakukan dengan uji netralisasi terhadap antigen polio (tipe Sabin) pada sel HEp-2, sedangkan isolasi dan identifikasi enterovirus dilakukan terhadap antisera ECHO, Coxsakie dan Polio pada sel HEp-2 dan sel RD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada cakupan imunisasi 95.5% (data puskesmas) atau 72.5% (hasil survei ini) masih ditemukan 10.9% anak yang tidak memiliki antibodi polio. Pada kelompok umur 3-11 bulan dengan cakupan imunisasi 50% hanya ditemukan 8.3% anak yang memiliki antibodi tripel polio, akan tetapi semuanya 50% memiliki antibodi polio-1. Tidak satupun anak yang memiliki antibodi polio dobel tipe. Persentase antibodi polio tripel akan meningkat dengan makin bertambanhnya umur anak, setelah umur 36 bulan tidak ditemukan lagi anak-anak yang seronegatif polio. Hasil isolasi virus menunjukkan bahwa 24/65 (36.9%) positif, 12/65 (18.5%) adalah enterovirus, antara lain virus ECHO-13, ECHO-7 dan ECHO-9 (13.8%) lebih dominan dibandingkan virus Coxsackie B (4.6%).