%0 Report %9 Project Report %A Salwati, Evi %A Utami, Basundari %A Harun, Syahrial %A Ekowatiningsih, Riyanti %D 1999 %F bkpkkemkes:2633 %K Imunodiagnostik, Cysticercosis Cellulosa %T PENGEMBANGAN IMUNODIAGNOSTIK UNTUK DETEKSI CYSTICERCOSIS CELLULOSA %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2633/ %X Metoda Enzyme-linked Immunoelectrotransfer Blot (EITB) dikembangkan untuk imunodiagnostik penderita cysticercosis. Tes ini menunjukkan spesifisitas yang tinggi jika antigen yang digunakan dalam keadaan murni. Dalam penelitian ini telah dilakukan tes imunodiagnostik dengan EITB menggunakan antigen kista (Cysticercus) yang dipisahkan menurut bagian: protoscolex, membran, dan cairan dan selanjutnya dipurifikasi dengan sentrifugasi ultra. Dengan metoda EITB ketiga 'subantigen' tersebut, direaksikan dengan antibodi yang terdapat dalam serum penderita cysticercosis yang dikelompokkan menurut cysticercosis, neurosysticercosis, dan taeniasis. Sampel serum yang terkumpul sebanyak 50 orang termasuk kontrol negatif. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa secara umum pita 14 KD, 36 KD, dan 42 KD dikenal oleh antibodi cysticercosis. Antigen protoscolex mempunyai spesifisitas lebih baik diantara antigen membran dan cairan Antigen cairan memperlihatkan pita lebih banyak dibandingkan dengan yang lain tetapi memilikl spesifisitas rendah.