<didl:DIDL xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:didl="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS" xmlns:dii="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS" xmlns:dip="urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DIP-NS" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/" DIDLDocumentId="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2643" xsi:schemaLocation="urn:mpeg:mpeg21:2002:02-DIDL-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/did/didl.xsd urn:mpeg:mpeg21:2002:01-DII-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dii/dii.xsd urn:mpeg:mpeg21:2005:01-DIP-NS http://standards.iso.org/ittf/PubliclyAvailableStandards/MPEG-21_schema_files/dip/dip.xsd">
  <didl:Item>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dii:Identifier>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2643</dii:Identifier>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Descriptor>
      <didl:Statement mimeType="application/xml">
        <dcterms:modified>2017-11-01T05:58:14Z</dcterms:modified>
      </didl:Statement>
    </didl:Descriptor>
    <didl:Component>
      <didl:Resource mimeType="application/xml" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/cgi/export/eprint/2643/DIDL/bkpkkemkes-eprint-2643.xml"/>
    </didl:Component>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/descriptiveMetadata</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/xml">
          <oai_dc:dc xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
        <dc:relation>http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2643/</dc:relation>
        <dc:title>PENGEMBANGAN MODEL PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PRA LANSIA MELALUI PERAN KELUARGA</dc:title>
        <dc:creator>Rustika</dc:creator>
        <dc:subject>WG 200-460 Heart. Heart Diseases</dc:subject>
        <dc:description>Data sensus penduduk menunjukkan jumlah penduduk lanjut usia (Lansia) yaitu 60 tahun keatas di Indonesia terus meningkat diperkirakan akan menjadi 8,5% dari seluruh populasi pada tahun 2005 -2010. Data SKRT 1992 menunjukkan bahwa PJPD telah menjadi penyebab utama (16%) dari total kematian penduduk Indonesia.      Laporan analisis penyebab kematian utama, SKRT,1992, penyebab kematian karena PJK pada kelompok umur 45-54 tahun di masyarakat sebesar 5,2% dari seluruh kematian (S.DJAJA ,dkk, 1999). Penelitian Monica 1994 (di masyarakat) pada kelompok umur 45-54 tahun menunjukkan prevalensi kolesterol (&gt;250) pada laki-laki sebesar 14% dan wanita 16,2%; perilaku merokok pada laki-laki 56,9% dan wanita 6,2% sedangkan tekanan darah tinggi sebesar 16,5% pada laki-laki dan wanita 17 %.       Dari data tersebut menunjukkan adanya urgency dan relevansi penerapan upaya pemasyarakatan pengetahuan, sikap, dan perilaku mengenai faktor-faktor risiko PJK pada penduduk pra lansia melalui penyuluhan. Penelitian ini akan berjalan selama 2 tahap; tahap I (2000) bertujuan untuk melihat gambaran karakteristik/latar belakang responden dan pembuatan draft model penyuluhan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental.      Hasil penelitian menunjukkan proporsi terbesar dari responden adalah perempuan (60,3%), berumur 40-59 tahun(35,2%), pendidikan terakhir SMA (30,2%), kawin (27,3%), suku Jawa (44,1%) dengan pekerjaan utama adalah ibu rumah tangga (46,8%). Responden yang mempunyai riwayat keluarga (ayah, ibu, atau saudara sekandung) yang mempunyai penyakit jantung, hipertensi atau stroke adalah berkisar antara 1% -15,1%. Responden yang merokok ada 67,6%, kebiasaan olahraga minimal 12 x dalam setahun ada 59,1%, kebiasaan minum alkohol ada 0,3%. Responden yang mempunyai pengetahuan yang baik mengenai PJK adalah 50,7%, sikap yang baik adalah 51,4%.       Dari hasil penelitian disarankan untuk dilakukan penyuluhan mengenai faktor risiko PJK untuk meningkatkan KAP pada para pra lansia.</dc:description>
        <dc:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit</dc:publisher>
        <dc:date>2000</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:identifier>  Rustika  (2000) PENGEMBANGAN MODEL PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PRA LANSIA MELALUI PERAN KELUARGA.  Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit.     </dc:identifier></oai_dc:dc>
        </didl:Resource>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
    <didl:Item>
      <didl:Descriptor>
        <didl:Statement mimeType="application/xml">
          <dip:ObjectType>info:eu-repo/semantics/humanStartPage</dip:ObjectType>
        </didl:Statement>
      </didl:Descriptor>
      <didl:Component>
        <didl:Resource mimeType="application/html" ref="http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2643/"/>
      </didl:Component>
    </didl:Item>
  </didl:Item>
</didl:DIDL>