<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisa Residu Pestisida Organoklorin dalam Tomat dan Selada dari Beberapa Pasar di Jakarta</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Daroham</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mutiatikum</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Isnawati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemaparan residu pestisida organoklorin pada manusia dapat menimbulkan keracunan baik akut maupun kronis, hal ini disebabkan oleh sifat akumulatif dari residu pestisida organoklorin terutama dalam lemak. Tomat dan Selada adalah sayuran yang biasa  dikonsumsi langsung tanpa dimasak lebih dahulu, sebagai sayuran segar, Burger, salad, Juice dll). Pengambilan sampel tomat dan selada dilakukan secara purposive yang diambil dari pasar tradisional dan pasar swalayan di lima wilayah Jakrata. Tiap wilayah ditetapkan  1 pasar tradisional dan 1 pasar swalayan serta 1 pasar Induk dan 1 Hipermarket. Penetapan kadar residu pestisida dengan menggunakan kromatografi gas.Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdeteksi pestisida golongan organoklorin dalam tomat dan selada.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WA 108-245 Preventive Medicine</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2003</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Article</mods:genre></mods:mods>