<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>EPIDEMIOLOGI DIARE KRONIK DI DAERAH ENDEMIK DIARE (JAWA BARAT)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Pudjarwoto</mods:namePart><mods:namePart type="family">Triatmodjo</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Hernani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sri</mods:namePart><mods:namePart type="family">Pandam</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Untuk memperluas wawasan mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya diare kronik, telah dilakukan penelitian epidemiologi diare kronik pada anak balita di daerah endemik diare di Jawa Barat, yaitu di Bandung dan Bogor. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh informasi mengenai riwayat penyakit, riwayat pengobatan, aspek lingkungan dan aspek etiologi mikrobiologi diare kronik tersebut.      Hasil penelitian menunjukkan penyakit diare kronik lebih banyak ditemukan pada golongan umur 1 tahun ke bawah, yakni sebesar 50%. Pada golongan umur 1-2 tahun sebesar 13,8% dan golongan umur 2-5 tahun 36,22%. beberapa jenis penyakit penyerta yang ditemukan antara lain adalah campak, ISPA, Accidosis, Anemia, KKP, Hypokalemi dll. Obat-obat yang diberikan pada awal kejadian diare banyak yang berupa obat bebas yang dibeli di warung seperti jamu cap kupu-kupu, entrostop, menstop, termorex, pil SG. Adapun obat yang diberikan oleh paramedis maupun Puskesmas adalah oralit dan antibiotik. Kotrimotazole merupakan jenis antibiotik yang paling banyak diberikan pada penderita diare kronik.      Dilihat dari aspek etiologi mikrobiologi nampaknya rotavirus merupakan penyebab yang paling banyak ditemukan. Penyebab lain diantaranya adalah E.Coli patogen, Shigellaflexneri dll.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">WI 400-575 Intestines</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">1993</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyakit Menular</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Monograph</mods:genre></mods:mods>