%A Suwarni %A Sekar Tuti %A Harijani %A Rita Marleta Dewi %D 1993 %K Imunitas Seluler, Mencit Balb/C, Plasmodium Berghei %I Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyakit Menular %T PENELITIAN RUTIN IMUNITAS SELULER PADA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSIKAN DENGAN PLASMODIUM BERGHEI (LANJUTAN) %X Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh mencit strain Swiss Albino yang kebal terhadap infeksi Plasmodium berghei dan melihat ada tidaknya infeksi subpaten dari mencit yang kebal tersebut serta ada tidaknya hubungan antara sel T-CD4 dengan kekebalan terhadap P.berghei. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan (tahap II) yang dilakukan pada tahun 1992-1993, di Laboratorium Pusat Pennelitian Penyakit menular di Jakarta. Mencit jantan strain Swiss Albino diinfeksi dengan P.berghei dan diobati dengan klorokuin hidroklorida secara berulang dalam jumlah yang sama. Prasitemia diamati setiap hari, sejak hari pertama setelah infeksi, selama pengobatan dan sesudah selesai pengobatan. Mencit disebut kebal bila setelah diinfeksi parasit tidak tumbuh tanpa pengobatan. Untuk melihat ada tidaknya infeksi subpaten, 0.2 ml darah mencit yang kebal tersebut disuntikkan kepada mencit normal, lalu parasitemia diamati selama 2 minggu. Dari 80 ekor mencit dengan perlakuan tersebut diatas, hanya 27 ekor yang masih hidup dan satu diantaranya sudah kebal terhadap P.berghei terjadi setelah infeksi ke VI & VII. Hasil pengamatan sementara dari 26 ekor mencit lainnya yang belum kebal, menunjukkan bahwa pertumbuhan parasit terhambat, sehingga sampai saat ini pengamatan masih terus dilanjutkan. Pada mencit yang kebal tidak ada infeksi subpaten karena, setelah 0.2 ml darah mencit yang kebal disuntikan kepada norma, parasit tidak tumbuh. Penghilangan sel T-CD4 dari mencit yang sudah kebal dan pengamatan pengaruh perlakuan ini terhadap P.berghei belum dilakukan karena zat anti sel T-CD4 belum juga didapat (belum datang dari Amerika Serikat). %L bkpkkemkes2713