%0 Report %9 Project Report %A Pancawati, Oerip %A Sri Utami, Basundari %A Harun, Syahrial %A Salwati, Ervi %D 1992 %F bkpkkemkes:2719 %K Es-Antigen Cacing, Parasit Filaria, Brugia Malayi %T PENELITIAN ISOLASI DAN KARAKTERISASI ES-ANTIGEN CACING DEWASA PARASIT FILARIA BRUGIA MALAYI %U http://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/2719/ %X Filariasis yang disebabkan oleh cacing filaria Brugia malayi masih merupakan masalah kesehatan di Asia Tenggara. Kurangnya spesifisitas pada tes deteksi antibodi disebabkan reaksi silang dari antigen ekstrak yang dipakai dalam immunodiagnostik; hal ini mendorong untuk mencari antigen yang lebih murni yang dipakai sebagai tes immunodiagnostik seperti ES-antigen. Dilaporkan bahwa ES-antigen mikrofilaria pada komponen 14-50 Kd memperlihatkan reaksi silang rendah. Berdasarkan laporan yang ada, peneliti ingin mengetahui apakah ES-antigen cacing dewassa dari Brugia malayi mempunyai variabilitas antigen lebih sedikit daripada ekstrak cacing dewasanya. Untuk mendapatkan ES-antigen dilakukan kultur in-vitro cacing dewasa Brugia malayi dalam medium RPMI 1640 (Gibco). Media buangan diukur kadar proteinnya, dikonsentrasi, dikarakterisasi dengan elektroforesis pada agar SDS-Poly-Acrylamide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ES-antigen mempunyai berat molekul komponen protein 125n Kd, 112 Kd, 100 Kd, 79 Kd, 63 Kd, 56 Kd, 50 Kd, 28 Kd, 25 Kd, 22 Kd, 19 Kd, 17 Kd, 15 Kd, 14 Kd, dan 12 Kd. Sedangkan ekstrak cacing jantan dewasa mempunyai berat molekul komponen protein 79 Kd, 63 Kd, 50 Kd, 39 Kd, 25 Kd, 22 Kd, 19 Kd, 17 Kd, 15 Kd, dan ekstrak cacing betina dewasa mempunyai berat molekul komponen protein 100 Kkd, 89 Kd, 79 Kd, 70 Kd, 63 Kd, 56 Kd, 50 Kd, 44 Kd, 39 Kd, 35 Kd, 31 Kd, 28 Kd, 25 Kd, 22 Kd, 19 Kd, 17 Kd, 15 Kd, 14 Kd.